Minggu, 2 Januari 2011 23:29 WIB Klaten Share :

Truk galian C kembali ditarik pajak

Klaten (Espos)–Pungutan pajak galian C di sejumlah portal yang dilintasi kendaraan berat dari lereng Merapi di Kabupaten Klaten kembali diaktifkan. Hal itu menyusul terbitnya surat Bupati yang memerintahkan pengoperasian kembali pemungutan pajak galian C setelah status Merapi tak lagi Awas.

Sebelumnya, pungutan pajak galian C dihentikan oleh Pemkab setempat selama dua bulan lantaran gunung berapi teraktif di dunia itu terus bergejolak. Salah seorang petugas penjaga portal galian C di Mipitan, Kecamatan Karangnongko, Sutoyo, saat dijumpai wartawan di sela-sela bertugas, Minggu (2/1), mengatakan, portal dibuka lagi sejak Kamis (30/12) lalu.

“Masih sepi, paling satu hari hanya 100-150an truk yang lewat membawa pasir.” Dikatakan olehnya, jumlah tersebut relatif sedikit jika dibandingkan kondisi saat Merapi belum meletus. Meski begitu, pungutan pajak tetap diberlakukan lantaran sudah ada perintah dari atasan. Menurut dia, truk yang lewat umumnya pemain lama sehingga sudah tahu besaran pajak yang dikenakan.

Penjaga portal lainnya, Gunadi menjelaskan, penurunan jumlah armada yang mengambil pasir di wilayah Klaten diduga karena awak truk berpindah ke alur Kali Gendol, Kabupaten Sleman, DIY. Dipaparkan olehnya, pasir di Kali Gendol melimpah dan ditambang dengan alat berat sehingga lebih cepat dibadingkan pengambilan pasir di Kaliworo yang dilakukan secara manual.

Selain di Mipitan, portal galian C di Ngendo, Jogonalan serta Jiwan, Karangnongko juga kembali beroperasi. Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Kekayaan dan Aset Daerah (DPPKAD) Klaten, Sartiyasto menguraikan, portal kembali dibuka jelang akhir tahun setelah ada perintah Bupati. Meskipun target PAD sulit tercapai, lanjutnya, paling tidak ada tambahan pemasukan berapapun nilainya.

Dia mengatakan, hingga pekan terakhir Desember 2010, PAD dari sektor galian C yang ditarget Rp 1,8 miliar baru tercapai 80% atau sekitar Rp 1,4 miliar. “Karena pungutan pajak sempat dihentikan selama erupsi Merapi, waktu yang tersisa selama beberapa hari di akhir tahun tak cukup untuk memenuhi target.” Dia menuturkan, pemasukan pajak galian C dalam sebulan jika rata-rata hanya Rp 150 juta.


rei

lowongan pekerjaan
AYAM BAKAR KQ 5, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama-Sama Mengawasi APBD

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (8/12/2017). Esai ini karya Doddy Salman, mahasiswa S3 Kajian Budaya dan Media Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah doddy90@yahoo.com Solopos.com, SOLO–DPRD DKI Jakarta mengesahkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran…