Minggu, 2 Januari 2011 21:56 WIB Boyolali Share :

Tersangka pembunuh istri tewas gantung diri

Boyolali (Espos)–Kapolres Boyolali AKBP Romin Thaib melalui Kasat Reskrim AKP Saprodin mengatakan pihaknya akan mengeluarkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3), menyusul tewasnya tersangka pembunuh istrinya sendiri Sugito alias Sujud, 79, warga Dukuh/Desa Bantengan, Kecamatan Karanggede, Jumat (31/12).

“Tetapi kami akan melakukan gelar perkara terlebih dahulu. Namun arahnya akan kami keluarkan SP3 karena tersangka meninggal dunia,” ujarnya kepada Espos, Minggu (2/1).
Kasatreskrim menambahkan korban sempat dibawa ke Labfor untuk di autopsi karena statusnya saat ini ang menjadi tersangka kasus pembunuhan.

“Kami bawa ke Labfor karena korban merupakan tersangka kasus pembunuhan. Hal ini untuk mengetahui secara pasti penyebab kematiannya. Apakah benar-benar murni gantung diri atau sebab lain. Tetapi dari hasil autopsi, korban tewas murni akibat gantung diri, tidak ada tanda-tanda penganiayaan di tubuhnya,” tambah dia.

Seusai diautopsi, korban kemudian diserahkan kepada keluarganya untuk dimakamkan. Belum diketahui pasti motif korban nekat mengakhiri hidupnya. Namun diduga karena depresi.
Tersangka kasus pembunuhan terhadap istrinya sendiri, Sugito alias Sujud, 79, warga Dukuh/Desa Bentangan, Kecamatan Karangede, Boyolali, ditemukan tewas gantung diri, Jumat (31/12). Tersangka tewas gantung diri menggunakan tali yang diikat pada blandar rumahnya.

Informasi yang dihimpun Espos, Sabtu (1/1) menyebutkan, korban ditemukan tewas gantung diri sekitar pukul 14.00 WIB. Oleh warga dan keluarga, peristiwa itu dilaporkan ke perangkat desa setempat dan diteruskan ke Mapolsek Karanggede dan Polres Boyolali guna pengusutan lebih lanjut. Diduga korban melakukan aksi nekat itu karena depresi.

Sugito alias Sujud merupakan tersangka pembunuh istrinya sendiri, Suliyem, 62, yang dilakukan Kamis (16/12) lalu sekitar pukul 16.00 WIB. Suliyem dibunuh dengan cara dicekik di sebuah ladang di pegunungan Kendeng, Dukuh Suruhan, Desa Karangjati, Kecamatan Wonosegoro, Boyolali. Tersangka nekat membunuh istrinya karena diduga cemburu istrinya telah berselingkuh dengan pria lain.

fid

lowongan pekerjaan
CV MITRA RAJASA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…