Minggu, 2 Januari 2011 11:34 WIB News Share :

Ratusan penumpang Argo Anggrek diangkut bus

Semarang–Sebanyak 165 penumpang Kereta Api Argo Anggrek jurusan Jakarta-Semarang-Surabaya diangkut dengan menggunakan bus karena rel KA di daerah Tegowanu, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah (Jateng), mengalami gangguan.

“Ada longsor di rel antara Tegowanu-Gubug, Kota Purwodadi, tepatnya di KM 27+200,” kata Wakil Kepala Stasiun Tawang Semarang Widodo, disela keberangkatan penumpang dengan menggunakan bus di Semarang, Minggu (2/1).

Ia menuturkan, penumpang yang diangkut dengan empat bus pada pukul 10.00 WIB tersebut, seharusnya berangkat pukul 03.35 WIB.

Menurut dia, para penumpang yang keberangkatannya terganggu, sebelumnya telah diberikan dua pilihan oleh PT Kereta Api Indonesia yakni melanjutkan pilihan perjalanan dengan menggunakan bus atau tetap menunggu KA Argo Anggrek pada jadwal selanjutnya.

“Penumpang yang memilih diangkut dengan bus hanya kami minta menunjukkan tiket KA, tanpa dikenai biaya tambahan atau pengurangan dari harga tiket,” ujarnya.

Ia menyampaikan, PT KAI akan bertanggung jawab sepenuhnya kepada para penumpang terkait dengan terganggunya jadwal keberangkatan KA Argo Anggrek dari Semarang ke Surabaya.

Salah seorang penumpang dari Jakarta yang akan melanjutkan perjalanan ke Surabaya, Kiki Lukman, 45, mengaku sudah menunggu sejak pukul 04.00 WIB.

“Saya memilih melanjutkan perjalanan dengan KA Argo Anggrek pada jadwal berikutnya karena khawatir akan terjebak macet jika menggunakan bus,” ucapnya didampingi beberapa anggota keluarganya.

Hal senada juga diungkapkan Hendi Santoso, 25, penumpang asal Semarang yang tetap memilih diangkut dengan KA, meski harus menunggu beberapa jam.

ant/nad

LOWONGAN PEKERJAAN
SUPERVISOR JAHIT & PENJAHIT HALUS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…