Espos/Rohmah Ermawati Sejumlah kendaraan pengunjung melintas di kawasan Balerante, Kecamatan Kemalang, Klaten, Minggu (2/1).
Minggu, 2 Januari 2011 16:40 WIB Klaten Share :

Libur tahun baru, Balerante diserbu pengunjung

(Espos/Rohmah Ermawati)-- Sejumlah kendaraan pengunjung melintas di kawasan Balerante, Kecamatan Kemalang, Klaten, Minggu (2/1).

Klaten (Espos)--Kawasan lereng Merapi yang terdampak erupsi masih menjadi favorit warga yang ingin memanfaatkan libur tahun baru. Pada Sabtu dan Minggu (1-2/1), ribuan pengunjung berduyun-duyun mendatangi wilayah Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Klaten yang berbatasan langsung dengan Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, DIY.

Banyaknya jumlah pengunjung membuat jalan menuju lokasi dipadati kendaraan. Pantauan <I>Espos<I>, Minggu, ratusan kendaraan berplat nomor lokal maupun luar kota lalu lalang melewati Pasar Butuh menuju Kali Gendol serta Balerante. Kondisi jalan yang berlubang di sejumlah titik membuat pengguna jalan harus ekstra hati-hati mengemudikan kendaraan.

Salah seorang pengunjung, Siti Aisah, 35, warga Kebakkramat, Karanganyar mengaku miris melihat puing-puing rumah warga yang hancur diterjang erupsi. Selain itu, pepohonan meski sebagian sudah nampak menghijau. “Saya tidak bisa membayangkan bagaimana saat letusan terjadi. Tapi kalau dampaknya seperti ini pasti sangat dahsyat,” tuturnya.

Selain wisatawan, para relawan dari berbagai daerah juga menyerbu Balerante. Mereka umumnya datang berombongan menumpang mobil bak terbuka serta truk. Warsono, 38, warga Manisrenggo, menuturkan dirinya datang di Balerante sejak beberapa hari lalu. “Saya bersama 50-an orang warga sekampung membantu memperbaiki rumah warga Balerante.”

Dikatakan dia, erupsi Merapi yang memakan korban jiwa serta menghancurkan rumah warga membuat hati trenyuh. Sebagai warga satu kabupaten, dia merasa punya kewajiban menolong warga Balerante. Jika menyumbang secara materi, mungkin nilainya tak seberapa. Namun jika membantu dengan tenaga, diharapkan bisa lebih terasakan manfaatnya.

Kepala Desa Balerante, Sukono menuturkan, pada saat liburan desanya memang kerap dikunjungi warga dari berbagai daerah. Menurutnya, tak sedikit dari mereka yang terjun memperbaiki rumah warga meski dengan peralatan seadanya atau memberikan bantuan ke warga. Namun ada pula yang sekadar melihat-lihat suasana. “Namanya orang ingin tahu tak bisa dicegah,” ujarnya.

rei

LOWONGAN PEKERJAAN
Bagian Legal, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…