Minggu, 2 Januari 2011 19:22 WIB Sragen Share :

Antena TV tersambar petir, satu rumah rusak

Sragen (Espos)–Masyarakat tampaknya harus berpikir ulang jika ingin tetap menyalakan televisi (TV) pada saat hujan disertai petir. Kejadian yang menimpa warga warga Ngawen, Majenang, Sukodono, Sutoyo,45, Jumat (31/12) petang, dapat dijadikan pelajaran.

Kejadian berawal saat TV yang berada di ruang tamu dibiarkan menyala saat hujan. Tiba-tiba petir menyambar antena TV dan menyebabkan TV 20 inci yang tengah menyala meledak. Sebelumnya aliran listrik ke rumah tersebut mati. Sebagian instalasi listrik rusak. Sambaran petir juga membuat sejumlah kecil bagian rumah rusak. Selain itu, dua anak Sutoyo yang sedang tidur dan men-charge handphone pingsan karena kaget begitu mendengar suara petir menggelegar. Beruntung, dua anak Sutoyo itu segera pulih setelah menjalani perawatan sederhana dari warga setempat.

Camat Sukodono, Tedi Rusanto, kepada Espos, Minggu (2/1), menerangkan kejadian yang menimpa Sutoyo segera dilaporkan pihaknya kepada PLN setempat. Selanjutnya, PLN juga sudah berjanji memperbaiki kerusakan yang disebabkan insiden tersambar petir itu. Mengenai kerugian, Tedi memperkirakan akibat kejadian, Sutoyo menderita kerugian sekitar Rp 1,5 juta.

“Yang pasti tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Hanya memang anak pemilik rumah sempat pingsan, karena kaget saat petir menggelegar. Namun, tak lama kemudian keduanya pulih. Untuk kerusakan yang mengenai instalasi listrik, sudah pasti akan ditangani PLN,” jelas dia.

tsa

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…