Sabtu, 1 Januari 2011 09:38 WIB Sragen Share :

Tahun Baru, puluhan ribu orang tumpek blek di Alun-alun

Sragen (Espos)–Detik-detik pergantian tahun dirayakan warga Sragen dengan berkonvoi memadati Jl Sukowati, berpusat di Alun-alun Sragen.

Di Alun-alun tersebut, puluhan ribu orang tumpek blek. Selain menikmati keramaian dan pesta kembang api sederhana, warga juga bisa menyaksikan kirab para kerabat, abdi dalem dan prajurit Keraton Surakarta.

Pantauan di lokasi, Jumat (31/12), keramaian di Jl Sukowati mulai terasa sekitar pukul 22.00 WIB. Mendekati tengah malam, massa kian banyak berkumpul di pusat kota Sragen itu.

Tepat pada detik-detik pergantian waktu Jl Sukowati dari terminal lama sampai gedung DPRD Sragen bagai lautan manusia. Warga Sragen, didominasi para kawula muda memenuhi jalan dengan mengendarai sepeda motor dan beberapa menggunakan mobil pribadi.

Keramaian tersebut sempat menimbulkan keributan kecil di depan RSUD Sragen. Sejumlah pemuda mengendarai sepeda motor saling berebut terompet.

Warga setempat, Joko mengatakan sempat mendengar ada keributan di depan RSUD Sragen. Namun keributan itu tidak sampai melebar dan membawa masalah berarti. “Jl Sukowati penuh sekali, saya sampai tidak bisa lewat. Saya dengar juga ada yang hampir tawuran,” ujar Joko, Jumat.

Kasatlantas Sragen, AKP Wajiman, mewakili Kapolres, AKBP IB Putra Narendra mengakui sempat terjadi keributan kecil di depan RSUD Sragen.

Namun, hal itu hanya ulah iseng sejumlah anak muda. Dia menegaskan tidak ada tawuran di lokasi tersebut. Wajiman menilai, secara umum perayaan detik pergantian tahun di Bumi Sukowati berjalan lancar. Meskipun puluhan ribu orang berkumpul di Jl Sukowati, massa tetap tertib.

“Apalagi semalam menjelang pukul 01.00 WIB kelihatan mau hujan,” katanya, Sabtu.

Kirab yang diikuti sekitar 600 orang dari Paguyuban Keluarga Keraton Surakarta (Pakoso) Cabang Sragen juga berlangsung lancar.

Kirab tersebut diberangkatkan Bupati Sragen, Untung Wiyono, dari rumah dinas Bupati, tepat pukul 24.00 WIB. Rombongan peserta kirab lantas bergerak dari rumah dinas menuju ke arah barat, Alun-alun Sragen, terus ke barat.

Di perempatan Pos Lantas peserta kirab bergerak ke kanan menyusuri Jl Ahmad Yani, terus ke utara. Rombongan kemudian berbelok ke timur melewati jalan di belakang kantor Pemkab Sragen. Selama perjalanan, peserta kirab melakukan tapa bisu alias tidak bersuara apapun.

tsa

LOWONGAN PEKERJAAN
SUMBER BARU LAND, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…