Ilustrasi mobil pemadam kebakaran Ilustrasi mobil pemadam kebakaran
Sabtu, 1 Januari 2011 06:43 WIB News Share :

Rawan kebakaran, Pemkab Grobogan beli 3 Damkar baru

Grobogan (Espos)–Wilayah Kabupaten Grobogan termasuk rawan bencana kebakaran sehingga Pemkab Grobogan melalui Dinas Cipta Karya perlu membeli tiga mobil pemadam kebakaran (Damkar) baru dan satu tangki penyuplai air serta perlengkapannya.

Salah satu mobil Damkar tersebut dilengkapi tangga hidrolik sehingga bisa mencapai gedung dengan ketinggian sekitar 20 meter.

Dengan pengadaan tiga mobil Damkar baru dengan dana Rp 3,528 miliar dari APBD 2010, maka Pemkab Grobogan telah memiliki empat unit mobil Damkar.

“Satu unit mobil Damkar lama, tiga armada baru. Ada satu lagi namun karena kondisinya tidak memungkinkan digunakan lagi. Memang mobil Damkar tersebut pernah diperbaiki (upgrade) namun tetap tidak stabuk sehingga tidak kita gunakan,” jelas Kepala Dinas Cipta Karya Ir M Chanif MT, Kamis (30/12).

Kapasitas mobil Damkar yang baru menurut Chanif, 3.000 liter sehingga diharapkan mampu mengatasi kebakaran yang memang sering terjadi di Kabupaten Grobogan terutama di musim kemarau.

Tidak hanya itu, salah satu mobil Damkar yang baru, tambah Chanif juga dilengkapI tangga hidrolik atau skylift yang mampu mencapai ketinggian sekitar 20 meter.

Termasuk dilengkapi tabung busa (foam) yang digunakan untuk memadamkan api yang bersumber pada bahan kimia. Kemudian, sambung Chanid bagi petugas pemadam, disediakan seragam dilengkapi tabung oksigen dan peralatan lain.

“Karena mobil Damkar baru memiliki daya semprot dan hisap antara 1.800-2.000 liter/menit.  maka kami juga membeli truk tangki penyuplai air dengan kapasitas 4.000 liter,” terang Chanif.

Agar pengadaan tiga mobil Damkar dan satu tangki air sesuai regulasi yang ditetapkan, tambah Chanif, pihak Dinas Cipta Karya terus memonitor tiap tahapan pembuatan mobil Damkar tersebut di Bogor.

Karena wilayah Kabupaten Grobogan sangat luas, Chanif berencana menempatkan dua mobil Damkar di sisi timur di Kecamatan Wirosari(satu unit) dan satu unit lagi di Kecamatan Gubug.

“Namun karena di dua lokasi tersebut belum ada garasi, maka kami berencana menyiapkan garasi di tahun anggaran brikutnya. Selain itu kami juga akan menambah petugas dengan asumsi satu unit sekitar 12 petugas bergantian yang sudah mengikuti pelatihan pemadaman dan pengoperasian mobil Damkar,” tandas Chanif.

rif

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…