Sabtu, 1 Januari 2011 08:13 WIB Solo Share :

Pergantian tahun, ribuan orang tumpah ruah di Solo

Solo (Espos)--Ribuan orang dari berbagai wilayah di Soloraya dan sekitarnya tumpah ruah di sejumlah titik di Kota Solo, Jumat (31/12), untuk menanti pergantian Tahun Baru 2011.

Pantauan Espos pada Jumat hingga Sabtu (1/1) dini hari, sepanjang jalan utama tepatnya di Jl Slamet Riyadi macet mulai dari pintu masuk Kota Solo dari arah Kartasura.

Masyarakat yang memadati Solo juga tersebar di Kawasan Manahan, Bunderan Gladak, Alun-alun dan sebagainya.

Pada pergantian tahun baru, pesta kembang api terlihat di berbagai penjuru.
Salah satu warga Solo, Arif Nuryanto, 30, mengaku sudah stand by sejak pukul 21.00 WIB untuk menanti pergantian tahun baru.

“Saya datang bersama istri ingin menikmati suasana tahun baru,” ucap Arif.

Sementara itu, Walikota Solo, Ir Joko Widodo (Jokowi) pada acara perersmian Pelataran Sriwedari menyampaikan, sebenarnya untuk pergantian tahun baru Pemkot Solo merencanakan ada karnaval budaya di sepanjang Jl Slamet Riyadi.

“Sebenarnya mau tahun ini tapi karena kurang persiapan akhirnya dibatalkan dulu. Kemungkinan karnaval budaya bisa diadakan pada pergantian tahun depan (2011 ke 2012-red),” ucap Jokowi.

Dijelaskan Jokowi, karnaval budaya itu sendiri dimaksudkan untuk menghindari kerumunan massa yang sia-sia yaitu motor-motoran yang tidak ada manfaatnya.

sry

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…