Sabtu, 1 Januari 2011 22:44 WIB Karanganyar Share :

Karanganyar mulai kembangkan buah apel

Karanganyar (Espos)–Kabupaten Karanganyar mulai mengembangkan buah apel di tiga desa. Ketiga desa yang akan dijadikan demonstrasi plot (Demplot) penanaman apel itu yakni Desa Berjo, Ngargoyoso, melalui kelompok tani (Poktan) Mekar Lawu, Desa Kalisoro dan Desa Plumbon, Tawangmangu, melalui Poktan Sumber Agung dan Poktan Watusambang.

Ada dua jenis apel yang akan dikembangkan di Bumi Intanpari, yakni apel varietas Manalagi yang berwarna hijau dan apel varietas Ana yang kemerah-merahan.

Beberapa pekan lalu, puluhan petani di tiga desa tersebut diajak ke perkebunan apel di Kota Batu, Malang, Jatim. Selama beberapa hari di sana, para petani diberi penyuluhan tentang teknik penanaman apel, pemeliharaan, hingga pemetikan buah apel yang benar.

Lahan yang digunakan untuk Demplot apel di Karanganyar seluas empat hektare.

“Pemkab Karanganyar bekerja sama dengan Pemkot Batu dalam mengembangkan penanaman buah apel. Harapannya setelah ini berhasil dikembangkan, nanti bisa merambah ke kecamatan lain di Karanganyar,” ujar Bupati Karanganyar, Rina Iriani Sri Ratnaningsih, saat ditemui wartawan usai penutupan penanaman apel di Desa Berjo, Ngargoyoso, Kamis (30/12) siang.

Pemkab memberikan bantuan berupa bibit buah apel sebanyak 2.500. Selain itu, petani setempat juga diberi bantuan pupuk organik, pupuk non-organik serta alat semprot.

Jika memungkinkan, de depan kawasan perkebunan apel yang berdekatan dengan lokasi wisata Candi Sukuh itu bakal dikembangkan menjadi agrowisata apel, sebagaimana di Batu, Malang.

“Kita lihat saja nanti tiga tahun mendatang bagaimana perkembangannya. Kalau bagus, nanti akan kita kembangkan,” ujar Rina.

Sebelum diadakan penanaman, Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan (Distanbunhut) Karanganyar telah mengadakan kajian dengan balai pengembangan buah apel di Malang. Ternyata, agroklimat Kecamatan Ngargoyoso dan Tawangmangu sama dengan agroklimat di Kota Batu.

“Karena itu, yang cocok di tanam di sini adalah jenis manalagi dan ana,” ujar Kepala Distanbunhut Karanganyar, Siti Maesyaroch.

fas

lowongan pekerjaan
AYAM BAKAR KQ 5, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Solusi Kemanusiaan untuk Jerusalem

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (13/12/2017). Esai ini karya Mudhofir Abdullah, Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah mudhofir1527@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pernyataan sepihak Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas Jerusalem sebagai ibu kota Israel yang…