Sabtu, 1 Januari 2011 23:29 WIB Sport Share :

Irfan Bachdim
Saya akan tetap di Indonesia

Jakarta – Pemain Tim Nasional Indonesia Irfan Bachdim tetap akan merumput di Indonesia dan tidak ada niatan untuk meninggalkan Indonesia.

Sebelumnya ada kekhawatiran dari para pencinta Tim Merah Putih bahwa Irfan akan kembali ke Belanda setelah tak mampu membawa Indonesia menjadi juara Piala AFF 2010.

”Sudah hampir tahun baru. Mari kita lupakan turnamen, tapi tolong ingatkan selalu para pendukung yang besar! Aku tidak akan melupakan kamu! INDONESIA!,” kata Irfan dalam akun jejaring sosial twiter @IrfanBachdim10 yang ditulisnya tadi malam.

Ia menjamin bahwa dirinya tidak akan meninggalkan Indonesia. “Bagi orang-orang yang berpikir saya akan meninggalkan Indonesia! Jangan khawatir saya tetap akan TINGGAL DI SINI!,” ungkapnya menjawab kekhawatiran para fansnya di twitter.

Irfan merupakan pemain hasil naturalisasi yang mendapat kewarganegaraan
Indonesia secara penuh tahun 2010. Irfan Haarys Bachdim lahir di Amsterdam, 11 Agustus 1988, saat ini ia memperkuat Persema Malang di Liga Super Indonesia. Ia tergabung dalam timnas Indonesia asuhan Alfred Riedl untuk Piala AFF 2010. Dalam bermain, ia bisa menempati berbagai posisi seperti striker, gelandang, maupun sayap.

Seperti diketahui Noval Bachdim, ayah Irfan merupakan warga negara Indonesia kelahiran Malang yang telah menetap lebih dari 20 tahun di Belanda, sedangkan ibunya Hester van Dijic adalah warga negara Belanda.

Keluarga Bachdim tinggal di kota Amsterdam. Keluarga besar dari Ayahnya pernah menetap lama di Lawang, Malang sejak tahun 1955 hingga memasuki era 80-an.

Irfan terlahir dari keluarga pemain sepakbola. Bakatnya diturunkan dari ayahnya Noval Bachdim yang seorang pesepakbola dari klub PS Fajar Lawang pada era 80-an, dan kakeknya Ali Bachdim mantan pemain Persema Malang, PSAD Jakarta, dan PSHW (Hisbul Wathon) yang mayoritas beranggota pemain keturunan Arab.

Kakeknya, Ali Bachdim, adalah purnawirawan TNI Angkatan Laut, sedangkan neneknya Siti Rahimah berasal dari keluarga Elong. Keduanya adalah keturunan Arab-Manado. Kompas.com

LOWONGAN PEKERJAAN
GRIYA BAMBU KUNING, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…