Sabtu, 1 Januari 2011 16:33 WIB Kaleidoskop Share :

Gesang berpulang, Indonesia berduka

Beragam kabar dari dunia hiburan Solo mewarnai di sepanjang tahun 2010 ini. Di awal tahun 2010, Solo digebrak dengan kedatangan artis cantik multi talenta, Agnes Monica. Ia menghibur publik Solo pada perayaan pergantian tahun 2009 ke 2010 di Diamond Convention Hall, 31 Desember 2009. Agnes yang energik memukau Kota Solo dengan tarian dan nyanyiannya.

Sederet putri-putri pilihan yang terangkum dalam ajang pemilihan Puteri Indonesia pun sedianya mampir ke Kota Budaya ini. Putri Indonesia 2009, Qory Sandioriva pun berkesempatan mengunjungi Solo di akhir bulan Januari. Sebagai ambassador sebuah produk kecantikan ia dengan senang berbagi tips dan trik berpenampilan menarik bagi seorang perempuan.

Pada awal bulan Februari, Solo dipanaskan dengan kehadiran grup band Kotak. Band beraliran rock ini menghipnotis ribuan penggemarnya di Stadion Sriwedari.

Kota Solo pun menjadi magnet bagi sederet artis ibukota untuk sekadar menyambangi kota ini. Sebut saja Arumi Bachsin, Dinda Kanya Dewi, Artika Sari Devi dan Sheila Marcia. Para selebritas ini sedianya menyapa Kota Solo dalam beragam acara.

Bulan April pun disambut dengan Solo Menari pada 29 April. Tak hanya acara gegap gempita yang menghiasi langit hiburan Kota Bengawan ini. Pada 20 Mei, warga Solo dan Indonesia berduka lantaran kehilangan sang maestro keroncong, Gesang Martohartono wafat. Ya, setelah dirawat di RS PKU, pencipta Bengawan Solo, itu akhirnya mengembuskan nafas terakhirnya. Pada pertengahan tahun 2010, Solo punya hajat yang besar.

Mulai dari Seni Kampung Solo pada 14-16 Juni dan tanggal 23 Juni, dengan Solo Batik Carnival (SBC). Karnaval batik ini digelar di sepanjang ruas jalan utama Solo, Jl Slamet Riyadi. Masih di bulan Juni kemudian dilanjutkan dengan Solo Batik Fashion yang diadakan di kawasan Ngarsopuro.

Artis Ibukota masih jadi magnet tersendiri

Sejumlah event berskala besar juga digelar. Awal Juli, Solo disuguhi Mangkunegaran Performing Art 2-3 juli. Pada pertengahan bulan, 7-11 Juli ada Solo International Ethnic Music (SIEM)<I> di Stadion Sriwedari dan <I>Solo International Perfomance Art (SIPA) 2010 pada 16-18 Juli di Pura Mangkunegaran dipertontonkan.

Gelaran super akbar ini menyuguhkan beragam performing art dari artis dalam dan mancanegara. Selain itu pada 23-24 Juli ada Solo Festival Keroncong yang dihelat di Ngarsopuro. Pada tempat yang sama, Solo menggelar pemilihan Putra Putri Solo, 29 Juli.
Bulan Oktober sebuah perhelatan akbar Mimbar Teater Indonesia 2010 digelar.

Acara yang mengusung jagat teater sebagai tema utama ini digeber pada 5-10 Oktober. Perhelatan ini menampilkan berbagai monolog yang dibawakan oleh sejumlah penggiat teater yang berasal dari berbagai kota di Indonesia.

Mimbar Teater Indonesia 2010 menyuguhkan monolog-monolog karya sang sastrawan senior, Putu Wijaya. Memang, acara dunia teater ini didedikasikan untuk sang seniman teater sejati, Putu Wijaya.
Ratu kecantikan sejagat, Miss Universe 2010, Ximena Nevarrete pun turut menjejakkan kakinya di Kota Solo. Gadis cantik asal Meksiko ini mengunjungi Solo ditemani Puteri Indonesia 2010, Nadine Alexandra dan first runner up, Reisa Kartikasari.

Selepas itu pada dua bulan terakhir di penghujung tahun 2010 beberapa grup musik dan artis ibukota pentas di Solo. Vierra, Kotak, Slank, Denada, Afgan, Iwan Fals, Ebiet G Ade menghangatkan Solo. Selain itu, dunia hiburan malam Solo pun ramai dengan kedatangan DJ Alice Norin, DJ Wingki dan DJ Riri. Mereka menghentak hiburan malam lewat ruang-ruang pesta di beberapa hotel ternama di Kota Solo.

Menutup hari di tahun 2010, Solo masih gemerlap dengan segala lika-likunya. Akan tetapi di pengujung 2010 peristiwa meletusnya Merapi menjadi sebuah kejutan tersendiri. Alhasil beragam aksi dan pentas sosial digelar untuk membantu meringankan para korban Gunung Merapi. Para seniman berbondong-bondong membantu sesama dengan menggelar berbagai atraksi baik di lokasi bencana, tempat pengungsian dan di Solo sendiri.

Momentum pergantian tahun ini dijadikan titik awal untuk jagat hiburan Solo kembali pada geliatnya. Artis ibukota masih menjadi magnet tersendiri untuk menyedot perhatian masyarakat. Ada Yovie and The Nuno, Kotak dan V Minute yang tampil pada acara jelang 2011. Mereka menebarkan pesonanya masing-masing kepada ribuan penggemar mereka. Sementara itu, musik dangdut pun juga tetap jaya di campnya yang siap menggoyang Solo dengan dangdut koplonya.

m90

LOWONGAN PEKERJAAN
SUMBER BARU LAND, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…