9 responses to “Wacana Solo kembali ke DIS mencuat”

  1. romantisme yang menyesatkan. berapa cost sosial dan politik yang harus dikeluarkan untuk membuat DIS. apa ada jaminan mensejahterakan rakyat?? mudah – mudahan yang mengusulkan segera kena stroke, nganeh-nganehi opo ben dadi gubernur ? staf ahli gubernur? TOLAK DIS!!

  2. Terserahlah…. Ra ngGagas!!! Sing penting solo makin berseri, karanganyar tenteram, sukoharjo makmur, wonogiri sukses, sragen asri, boyolali tambah tersenyum!

  3. Ra sah sing2. Ngene wae sing pnting pembangunan utk rakyat berjalan dengan baik.

  4. apa tidak ingat kerusuhan swapraja?

  5. apa sish enaknya buat kita kita yang wong cilik, solo mau jadi karesidenan lagi atau tetep sepeti ini rasanya kok sama aja, kurang kerjaan aja. lagi lagi yang diuntungkan ya birokrasi ya to?

  6. hidup DIS !!!

  7. DIS siapa yang menginginkan sebenarnya????? apakah situasi perkembangan budaya dan peninggalan sejarah yang selalu di beritakan berpindah tangan belum lagi kemimpinan dalam kraton masih tarik ulur saling klaim bukankah akan membuat kita semakin malu????
    apakah masyarakat Surakarta akan lebih sejahtera dengan DIS???? ini bagian yang perlu direnungkan bersama tidak hanya masalah adanya dokumen ini itu saja.

  8. SETUJU, mudah-mudahan bisa menjadikan SOLO lebih maju dan lebih berbudaya

  9. saya kok bingung, DIY mau melepaskan DI nya, kok malah solo mau mengembalikan ke DIS
    DIS dilepaskan karena semangat kemerdekaan yang tinggi, apa karena semangat otonomi daerah yang tinggi sekarang ingin DIS lagi?

Tulis komentar