Solo (Espos)–Persis Solo benar-benar mendapat pelajaran berharga dari Persiba Bantul. Bermain dengan kolektivitas minim, gawang Persis dengan mudah digelontor lima gol tanpa balas.
Pelatih Persis, Isman Jasulmei, tidak berusaha mencari kambing hitam atas kekalahan telak anak asuhnya di Stadion Sultan Agung, Minggu (7/2).
Secara kasat mata, performa Laskar Sambernyawa masih satu level di bawah tim tuan rumah.
Isman mengakui Persis tampil jauh di bawah harapan. Sorotan utama tertuju ke kinerja lini belakang. Charles Uchenna dkk terlihat minim kolektivitas dalam bertahan, pengambilan posisi dan timing dalam mengantisipasi pergerakan penyerang-penyerang Persiba.
“Semua gol yang tercipta karena kesalahan kami sendiri. Hal ini memang sudah saya takutkan sejak awal. Pekerjaan rumah Persis memang dalam masalah bertahan, tadi terlihat sekali kualitas bertahan kami sangat lemah,” terang Isman, kepada Espos, seusai laga.
yms




Untuk jadi tim yg kuat harus dengan dana yg kuat pula….
“Bu yao pa, bu hao hui”… Jangan takut, jangan menyesal…
Ayo bangkit persis…
aQ GA MAU PERSIS terdegradasi puxue…
harga mati…
jgn kecewakan para Pasoepati ( Pasukan Suporter Paling Sejati )…
Ya Ampun masaK Kalah Ampe SegiTuNya…..
mEmamnG liNi BeLaKang AncuR Bgt….ayo BeNahi lini BeLaKaNg….
TarGetNya Gak usah MuLuk2 masuk ISL,biKin BeBan PeMain….
CoBa PeMain Di KasiH PenDekataN sPsikoloGi…BiaR…Para PeMain Tau Apa Yang DiLakuKan Di LapaNGan…TakutNya Kan MasAlah pRibadi di Bawa Ke LapaNgan…
Gak Usah Saling Salah MenYalahKan…..
Ayo SaaTnYa PERSIS SOLO BangkiT….BeLum Ada Kata TerLambaT….
PASOEPATI AKAN SeLalu MenDukuNgmU…………
Aku ra tegel nonton siaran langsung ono TV,mas-mas gaji tarkam kok kon main neng divisi utama, yo dadi lumbung Gol.duh kasian persiku malang.pilih bertahan wae mas trus nyerang balik.jangan main terbuka.