Jumat, 31 Desember 2010 09:04 WIB News Share :

Status Waspada, Merapi belum boleh didaki

Jakarta–Status Gunung Merapi sudah turun dari Siaga menjadi Waspada per Kamis (30/12). Namun demikian, Gunung Merapi belum boleh didaki, baik untuk keperluan warga maupun penelitian.

“Kami peringatkan tidak boleh melakukan pendakian di kawasan Gunung Merapi karena masih banyak material lepas Gunung Merapi yang berpotensi longsor,” ujar Kepala Seksi Merapi Badan Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK), Sri Sumarti, Jumat (31/12/2010).

Warga di sekitar lerang Merapi juga belum diperbolehkan kembali ke rumahnya. Warga juga dimintai menjauhi sungai jika terjadi hujan. “Rekomendasi kita masih ada ancaman bahaya lahar dingin jadi kalau hujan di Gunung Merapi warga tidak boleh melakukan kegiatan di sungan,” imbau Sri.

Selain itu, pemerintah daerah juga diminta segera menyiapkan penataan ulang pemukiman warga lereng Merapi. Daerah di dekat puncak Merapi tidak boleh untuk tempat tinggal.

“Yang terpenting karena dalam rangka mengurangi resiko ledakan Gunung Merapi, Pemda harus melakukan penataan ruang ulang dengan mengacu pada kawasan rawan bencana,” tandasnya.

dtc/tiw

lowongan pekerjaan
Gramedia Surakarta, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Kanibalisasi Akademis

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (11/01/2018). Esai ini karya Abdul Gaffar, mahasiswa Program Doktoral Psikologi Pendidikan Islam Universitas Muhamamdiyah Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah c.guevar@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Dunia akademis (kampus) dihebohkan dengan isu kapitalisasi dan kanibalisasi akademis sebagai akibat…