Jumat, 31 Desember 2010 09:57 WIB Pendidikan Share :

Riana Helmi dokter termuda Indonesia

Yogyakarta–Riana Helmi tercatat sebagai dokter termuda di Indonesia dengan usia 19 tahun 9 bulan. Karena berhasil lulus sebagai dokter termuda, Riana yang diwisuda Fakultas Kedokteran (FK) UGM, Kamis (30/12) juga mendapatkan piagam penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI).

Riana dilantik bersama 142 dokter baru FK UGM periode III tahun ajaran 2010/2011. Dokter-dokter baru UGM tersebut terdiri atas 46 laki-laki dan 96 perempuan yang dilantik langsung oleh Dekan Fakultas Kedokteran, Prof. dr. Ali Ghufron Mukti, MSc, PhD.

Rihana sebelumnya pernah tercatat dalam rekor MURI saat menjadi dokter muda pada usia 17 tahun 9 bulan pada Mei 2009. Kemudian Rihana menyelesaikan kuliahnya hingga menjadi dokter penuh di usia 19 tahun  9 bulan.

“Meskipun pernah tercatat sebagai sarjana kedokteran termuda hingga dokter termuda, kami yakin Riana tetap sudah matang, baik sosial dan psikologis, sehingga tidak ada kesulitan ketika terjun di lapangan,” kata Ghufron dalam rilis yang disiarkan UGM seperti dilansir Jumat (31/1/2).

Dengan dilantiknya 142 dokter baru ini, hingga kini Fakultas Kedokteran UGM telah meluluskan sebanyak 7.204 dokter. Dari 142 dokter baru yang dilantik, 83 dokter lulus dengan menyandang predikat cumlaude.

Lulusan terbaik kali ini diraih oleh Agus Simahendra dengan nilai IPK 3,97. Sementara itu, dokter lulusan tertua pada pelantikan kali ini adalah Noor Hanani Binti Mohd Hilmin, dengan usia 25 tahun 10 bulan.

Riana Helmi adalah dokter kelahiran Banda Aceh, 22 Maret 1991. Riana tercatat lulus SD di usia 10 tahun, lulus SMP di usia 12 tahun dan lulus SMA di usia 14 tahun. Riana lulus sekolah dengan cepat karena mengikuti program akselerasi. Saat kuliah kedokteran Riana masih berusia 14 tahun dan ia kemudian lulus setelah menempuh kuliah selama 5 tahun.

dtc/tiw

lowongan pekerjaan
CV PRIMEDANIE, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…