Jumat, 31 Desember 2010 04:56 WIB Karanganyar Share :

Kasus GLA bisa sandung Parpol

Karanganyar (Espos)--Konstelasi politik di Karanganyar pada Pemilu legisatif (Pileg) 2014 dipastikan bakal berubah.

Hal ini terkait mencuatnya skandal Griya Lawu Asri (GLA) yang membelit sejumlah partai politik (Parpol).

Partai-partai yang diduga menerima aliran dana GLA bantuan dari Kementerian Negara Perumahan Rakyat (Kemenpera) ini diperkirakan mengalami penurunan perolehan suara mendatang.

Bahkan partai berbasis agama yang diperkirakan bakal paling terkena imbasnya.

Hal ini diungkapkan Divisi Hukum dan Pengawasan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Karanganyar Kustawa Esye ketika dijumpai Espos, di ruang kerjanya, Kamis (30/12).

“Jelas akan mempengaruhi perolehan suara nanti. Terutama untuk Parpol berbasis agama. Selama ini pandangan masyarakat partai berbasis agama bersih dari KKN (korupsi, kolusi dan nepotisme-red),” katanya.

Meskipun, lanjut Kustawa, dalam kesaksiannya Parpol telah menyatakan tidak mengetahui sumber aliran dana tersebut. Namun realisasinya aliran dana yang mengalir ke Parpol adalah berasal dari dana bantuan Kemenpera.

Termasuk untuk Parpol berbasis nasional juga sedikit banyak akan terpengaruh. Adanya citra buruk yang telanjur melekat di masyarakat lantaran kasus tersebut sudah masuk dalam ranah persidangan, kendati belum dibuktikan kebenarannya.

“Tapi masyarakat kita itu kalau sudah di persidangan ya itu citranya buruk. Nah ini yang mungkin akan berpengaruh terhadap perolehan suara nanti,” tegasnya.

Menurut Kustawa, kasus GLA bakal berpengaruh terhadap lunturnya kepercayaan kepada Parpol bersangkutan. Para simpatisan maupun kader akan lari ke Parpol lainnya yang bersih dari kasus GLA.

Namun tidak menutup kemungkinkan para kader dan simpatisan justru memilih golongan putih (Golput). Bahkan, Kustawa menuturkan suara-suara masyarakat tersebut bisa beralih ke partai-partai baru. Sesuai dengan data Pileg 2009 silam, angka Golput Karanganyar tercatat mencapai 11%.

isw

lowongan pekerjaan
PD.BPR BANK BOYOLALI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Daya Beli Menurun

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (17/10/2017). Esai ini karya Ginanjar Rahmawan, mahasiswa Program Doktor Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah Rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini beberapa kawan saya yang…