Jumat, 31 Desember 2010 11:33 WIB Hukum Share :

Juragan kerupuk tewas dibantai rampok, Rp 75 juta raib

Malang--Seorang juragan kerupuk, Kusdiati ,52, tewas bersimbah darah di dalam kamar. Diduga kuat korban dibantai pelaku perampokan yang menyatroni rumahnya, Kamis (30/12), malam. Pasalnya, uang sebanyak Rp 37 juta milik korban raib usai kejadian itu diketahui warga.

Wahyudi ,30, penjual bakmi keliling mulanya mendengar teriakan dari dalam rumah korban beralamat di Dusun Ampelgading RT 01/RW 13, Desa Mulyoharjo, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang. Karena rumah kondisi terkunci Wahyudi tak bisa memastikan asal suara teriakan itu.

Diduga kuat saat itu pelaku sedang membantai korban dalam kamar, setelah kepergok akan mencuri. Pengusaha krupuk dan penggilingan padi ini tewas dengan luka sabetan senjata tajam di bagian kepala, leher, punggung dan payudara. Rasa penasaran Wahyudi memaksa dirinya memanggil warga lain untuk mendobrak pintu rumah korban.

“Korban sudah meninggal di dalam kamar, usai pintu kita dobrak,” kata Wahyudi kepada wartawan di lokasi kejadian, Jumat (31/12).

Wahyudi menambahkan, korban saat kejadian seorang diri di rumah. Suhadi ,59,
suaminya sedang keluar rumah. “Uangnya Rp 37 juta itu katanya untuk beli tanah. Kemarin itu Pak Suhadi sedang bertemu dengan penjual tanah,” ungkapnya.

Polisi kemudian mendatangi lokasi kejadian, setelah mendapatkan laporan warga. Olah tempat kejadian perkara digelar hingga Jumat subuh tadi. Untuk melacak jejak pelaku petugas juga menurunkan anjing pelacak, hingga menemukan bekas ceceran darah di tembok samping rumah setinggi 6 meter. Diduga pelaku memanjat tembok tersebut sebagai jalan masuk serta kabur.

“Ada bekas darah di tembok samping, kemungkinan pelaku lewat situ, dan menjebol genteng untuk bisa masuk ke dalam rumah,” tuturnya.

Namun petugas kembali kesulitan melacak jejak pelaku, dikarenakan di luar rumah tak ditemukan ceceran darah, ataupun bekas jejak pelaku. Kasus perampokan hingga menewaskan korban ini masih dalam penyelidikan Polres Malang. Siang ini rencananya Polres Malang bakal kembali menggelar olah tempat kejadian.

dtc/tiw

lowongan pekerjaan
KLINIK BERSALIN UTAMA RB. DR. JOHAN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Mengenang (Pendidikan) Guru

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (24/11/2017). Esai ini karya Bandung Mawardi, kuncen Bilik Literasi. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada akhir abad XIX orang-orang Jawa mulai memiliki cita-cita baru. Sekian orang ingin menjadi guru seperti tuan kulit…