Jumat, 31 Desember 2010 03:29 WIB Sukoharjo Share :

Gerombolan kera resahkan warga Tiyaran

Sukoharjo (Espos)--Warga di Desa Tiyaran, Kecamatan Bulu, mengaku resah karena banyaknya kawanan kera masuk kampung beberapa waktu terakhir.

Selain merusak tanaman pertanian, binatang tersebut dinilai mengancam keselamatan penduduk.

Tokoh masyarakat Desa Tiyaran, Sunarno, menyebutkan gerombolan kera terutama sering muncul di Dukuh Kerten di lingkungan Kepala Dusun (Kadus) III.

Meski sering berpindah tempat, binatang yang tinggal di sekitar perbukitan di belakang desa setempat itu turun gunung hampir setiap hari.
“Kadang-kadang tidak apa-apa dan kalau ketemu manusia lari. Tetapi ketika lapar dan sedang cari makan, mereka bisa lebih berani. Diusir pun cenderung akan melawan,” ungkap Sunarno yang juga menjabat Kepala Urusan (Kaur) Pemerintahan Desa Tiyaran, ditemui Espos, Kamis (30/12).

Sunarno menjelaskan kera selalu muncul dalam jumlah banyak, mencapai 20-an ekor per kelompok.

Warga seringkali tak bisa berbuat apa-apa ketika gerombolan binatang tersebut muncul di sekitar rumah atau hinggap di atas genteng. Sebagai upaya antisipasi, penduduk harus berhati-hati dengan menutup pintu rumah masing-masing agar kera tidak masuk dan membuat kerusakan.

“Kalau di atas genteng biasanya kera akan mengamati keadaan rumah. Begitu ada kesempatan dan pintu terbuka, mereka langsung masuk untuk mengambil makanan apa pun yang ada di dalamnya.”

Kepala Dusun (Kadus) IV Desa Tiyaran, Sukimin, mengatakan kawanan kera umumnya terlihat pada waktu siang. Beberapa tanaman yang sering menjadi sasaran perusakan misalnya kacang, singkong, padi serta tebu. Selain itu tanaman buah seperti mangga dan pepaya juga tak luput dari serangan.

“Itu sebabnya warga di sini jarang-jarang yang berani membudidayakan kacang atau jenis tanaman lain yang rentan dirusak kera,” terangnya.

Dikemukakan dia, meski sempat ada kegiatan penangkapan tiga tahun lalu, populasi kera di perbukitan sekitar Desa Tiyaran sekarang mencapai ratusan ekor.

try

lowongan pekerjaan
4 orang Penerjemah fasih berbahasa mandarin & 2 orang Sopir, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Daya Beli Menurun

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (17/10/2017). Esai ini karya Ginanjar Rahmawan, mahasiswa Program Doktor Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah Rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini beberapa kawan saya yang…