Jumat, 31 Desember 2010 15:59 WIB News Share :

2010, Ditjen bea cukai tindak 3.277 penyelundupan

Jakarta–Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) menindak 3.277 kasus penyelundupan sepanjang tahun 2010, dengan  potensi kerugian mencapai Rp 35,23 miliar.

Hal tersebut disampaikan Direktur Penindakan dan Penyidikan DJBC Frans Rupang dalam konferensi pers di kantor pusat DJBC, Jalan Ahmad Yani, Rawamangun, Jakarta, Jumat (31/12).

Kasus penyelundupan hasil tembakau masih mendominasi yakni mencapai 980 kasus. Sedangkan, barang terlarang dan terbatas sebanyak 645 kasus, minuman beralkohol sebanyak 357 kasus dan narkotika sebanyak 156 kasus.

Sedangkan penyelundupan barang-barang lainnya seperti barang elektronik, biji plastik, sembako, dan BBM sebanyak 1.059 kasus.

Frans menyebutkan hasil penindakan patroli laut yang paling menonjol adalah amonium nitrat sebanyak 2 ribu karung atau seberat 50 ton, BBM seberat 420 ton minyak diesel, dan barang tekstil sebanyak 13.505 ballpres.

Ia menambahkan, sebanyak 151 kasus yang sudah masuk ke ranah pidana per 30 Desember, 50 kasus masih dalam proses penyidikan, 8 kasus berkasnya telah disampaikan ke pihak Kejaksaan, 4 kasus dikembalikan, 94 kasus telah siap disidangkan (P-21).

“Jadi kita belum pernah melakukan SP3 atau dihentikan penyidikannya karena saat diajukan kita sudah kaji dengan ketat,” tegas Frans.

dtc/tiw

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI & KEUANGAN BISNIS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Jokowi Raja Batak

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (13/01/2018). Esai ini karya Advent Tarigan Tambun, inisiator Sinabung Karo Jazz 2017. Alamat e-mail penulis adalah atambun@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Saya bukan ahli budaya Batak. Dengan jujur saya harus mengatakan bahwa pengetahuan saya tentang budaya…