Kamis, 30 Desember 2010 23:03 WIB Boyolali Share :

Siswa MTs ngaku disiksa, Dewan sesalkan tindakan polisi

Boyolali (Espos)–Kasus dugaan penyiksaan terhadap seorang siswa MTs di Boyolali berinisial B, oleh aparat kepolisian mendapat tanggapan dari kalangan wakil rakyat di Boyolali. Mereka menyesalkan tindakan pemeriksaan terhadap siswa tersebut yang berujung pada dugaan penyiksaan untuk mengakui perbuatan mencuri.

Wakil Ketua DPRD Boyolali Thontowi Jauhari menyesalkan adanya dugaan tindakan kekerasan yang dilakukan oleh aparat. Seharusnya penanganan terhadap kasus anak-anak itu harus dibedakan dengan penanganan kasus yang melibatkan ora ng dewasa. “Selain itu jika harus ditahan, juga harus dipisahkan dengan tahanan dewasa,” ujarnya kepada wartawan di Boyolali, Kamis (30/12).

Thontowi menambahkan jika kasus kejahatan yang melibatkan anak-anak itu benar dilakukan, hal itu bukanlah sebuah tindakan kejahatan seperti yang dilakukan orang dewasa. Tetapi, hanya sebuah kenakalan anak-anak.
“Kalangan pendidik juga harus memberikan nilai-nilai kepribadian bagi siswa agar tidak mengulangi perbuatan seperti itu,” jelas dia.

Mengenai langkah DPRD, politisi asal Partai Amanat Nasional (PAN) Boyolali ini menginstruksikan kepada komisi IV DPRD Boyolali untuk segera memanggil pihak-pihak yang terlibat dalam kasus itu untuk penanganan lebih lanjut. Selain itu, pemberian pendidikan budi pekerti kepada para siswa juga harus ditingkatkan. “Jika kasus dugaan penyiksaan itu benar, maka sudah keterlaluan karena telah menyimpang dari kaidah dalam melakukan penyidikan sebuah kasus,” papar dia.

Terpisah, Ketua Komisi IV DPRD Boyolali Muh Basuni mengatakan pihaknya akan melakukan pengecekan terlebih dahulu terkait kasus dugaan penyiksaan itu. Pengecekan itu dilakukan untuk mencari informasi terkait munculnya kasus itu. “Pengecekan itu lebih untuk meyakinkan adanya kesalahan dalam penanganan atau tidak. Sehingga bisa diambil kebijakan ke depannya,” jelasnya kepada wartawan, Kamis.

fid

lowongan pekerjaan
CV PRIMEDANIE, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…