Kamis, 30 Desember 2010 22:47 WIB Sragen Share :

Razia diduga bocor, tim hanya hanya temukan Miras

Sragen (Espos)–Razia penyakit masyarakat (Pekat) yang digelar tim gabungan Satpol PP dan kepolisian di Sragen, Kamis (30/12), nyaris tidak membawa hasil.

Dari sejumlah lokasi di dalam dan luar kota yang disasar, tim hanya menemukan barang bukti minuman keras (Miras) di dua lokasi. Sebanyak 36 botol air mineral ukuran 1.500 ml berisi Miras jenis ciu dan 105 botol air mineral ukuran 600 ml. Miras ditemukan di kediaman Manbug alias Sugiman, 62, di Mageru Lor RT 2/RW III Sragen Tengah, Sragen dan Bambang, Desa Plumbungan, Karangmalang.

Sedangkan razia yang digelar di luar kota, yakni ke sejumlah tempat di Kecamatan Sambungmacan, Gondang dan Sambirejo tidak membawa hasil. Bahkan diduga operasi Pekat kali ini telah bocor ke telinga sasaran. Sehingga, barang bukti telah diamankan beberapa saat sebelum razia digelar.

Kepala satuan (Kasat) Samamta Polres Sragen, AKP Hartono, saat dihubungi Espos, Kamis (30/12), mengungkapkan razia yang dilakukan di dalam kota membawa hasil, di antaranya ratusan botol air mineral berisi Miras jenis ciu. Sasaran yang kemarin terkena razia adalah orang lama yang sebelumnya memiliki catatan pernah terkena razia dengan kasus yang sama. β€œDi dalam kota, ditemukan di dua lokasi. Keduanya Miras jenis ciu. Bersama Satpol yang memimpin razia, barang bukti berupa Miras kami sita,” jelas Hartono, Kamis.

Sementara itu, warga Mageru Lor yang tertangkap tangan menyimpan Miras, Sugiman mengatakan Miras jenis ciu memang biasa diperdagangkan di rumahnya untuk disajikan dalam bentuk Miras oplosan. Biasanya, jelas dia, ciu tersebut dicampurkan dengan air minum bersoda., seperti minuman bersoda merek Coca Cola. Hasil oplosan Miras tersebut dijual seharga Rp 13.000 per botol ukuran 600 ml. β€œItu dijual dalam bentuk oplosan dengan Coca cola,” ujar dia.

Selain dalam bentuk oplosan, Miras jenis ciu juga kadang dijual dalam bentuk ciu murni. Untuk ciu murni ini, setengah botol air mineral ukuran 600 ml dijual seharga Rp 10.000/botol. Kediaman Sugiman, selama ini memang dikenal sebagai tempat kumpul orang-orang di waktu malam. Di rumah yang letaknya tersembunyi itu juga tersedia seperangkat alat bermain bilyard.

tsa

lowongan pekerjaan
SUMBER BARU BEJEKI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Calon Tunggal dan Disfungsi Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (10/01/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universitas Sebelas Maret Solo. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada 2018 ini 171 daerah provinsi/kabupaten/kota akan menyelenggarakan pemilihan kepala daerah secara serentak….