Kamis, 30 Desember 2010 19:17 WIB News Share :

Polda Metro bongkar bisnis prostitusi lewat facebook

Jakarta –– Aparat Satuan Cyber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya mengungkap bisnis prostitusi melalui situs jejaring sosial facebook dan website. Dua germo diamankan dalam kasus tersebut.

“Dua tersangka, masing-masing bernama Valerius alias Robby dan Wida,” kata Direktur Reskrimsus Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yan Fitri Halimansyah saat dihubungi wartawan, Kamis (30/12).

Yan Fitri mengatan, Valerius berperan sebagai pengelola website www.blue****.com dan facebook dengan akun Kyne Kekasih Gelapku. Sementara Wida merupakan germo atau penyedia para wanita penghibur.

Dua tersangka ini ditangkap di sebuah hotel di kawasan Cikini, Menteng, Jakarta Pusat pada Senin, 27 Desember lalu. Barang bukti yang disita polisi berupa handphone merek Nexian 1 unit, uang tunai Rp 1,75 juta dan satu dus alat kontrasepsi pria.

Ia menambahkan, pengungkapan kasus tersebut bermula dari patroli cyber yang dilakukan polisi. Polisi menemukan kecurigaan terhadap situs dan akun facebook tersebut.

“Kemudian kita menindaklanjutinya dengan melakukan penyelidikan dengan menyamar sebagai pelanggan,” kata Yan Fitri.

Setelah dilakukan penyelidikan, tersangka ternyata betul menyediakan perempuan untuk penghibur. “Setelah itu, kami lakukan penangkapan terhadap yang bersangkutan,” tambah Yan.

Sementara itu, Pjs Kasat Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Suwondo Nainggolan mengatakan, kedua tersangka telah melakukan bisnis haram tersebut sejak tahun 2008. Omset yang dihasilkan mencapai ratusan juta rupiah.

Dalam aksinya, kedua pelaku ini mengiklankan perempuan-perempaun cantik yang bisa di-booking untuk menemani para pria hidung belang. “Dia pasang foto-foto wanita tersebut di website atau pun facebook tersebut,” kata Suwondo.

Bagi para pria yang ingin berkencan dengan wanita penghibur, diwajibkan mendaftarkan diri lebih dulu sebagai member. “Setelah jadi member, customernya baru bisa pesan,” katanya.

Para tersangka menyediakan puluhan wanita dengan ‘kualitas’ fisik yang berbeda-beda. Untuk yang standar paling rendah, wanita penghibur itu dipatok harga booking sebesar Rp 700 ribu, hingga jutaan rupiah untuk yang berstandar tinggi.

“Harga tersebut tidak termasuk hotel. Untuk hotel yang sediakan itu pelanggannya,” ujar Suwondo.

Sementara itu, situs maupun akun facebook yang digunakan tersangka hingga kini belum diblokir. “Kita masih mengupayakan untuk memblokirnya,” katanya.

Hingga kini, kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut. Kedua tersangka itu sendiri telah ditahan di Polda Metro Jaya.

dtc/tya

Lowongan Pekerjaan
QUALITY CONTROL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Mengenang (Pendidikan) Guru

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (24/11/2017). Esai ini karya Bandung Mawardi, kuncen Bilik Literasi. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada akhir abad XIX orang-orang Jawa mulai memiliki cita-cita baru. Sekian orang ingin menjadi guru seperti tuan kulit…