Kamis, 30 Desember 2010 23:14 WIB Solo Share :

Pedagang oprokan resahkan pedagang kios Tirtonadi

Solo (Espos)–Para pedagang kios di kawasan Terminal Tirtonadi mengaku resah dengan maraknya pedagang oprokan dan asongan. Mereka menilai, pendapatan mereka menurun karena maraknya pedagang oprokan dan asongan tersebut.

Ninik, salah seorang pedagang kios Terminal Tirtonadi mengaku resah dengan maraknya pedagang oprokan dan asongan. Menurutnya, keberadaan pedagang oprokan dan asongan itu telah mengakibatkan pendapatannya turun. “Saat pendapatan kami turun karena maraknya oprokan dan asongan itu, tiba-tiba tarif retribusi akan dinaikkan dua kali lipat. Keadaan ini tentu tidak menguntungkan padagang kios,” kata Ninik dalam kegiatan Hearing atau Dengar Pendapat Panitia Khusus (Pansus) DPRD yang membidangi Raperda Retribusi Daerah di Graha Paripurna, Rabu (29/12).

Selain mengeluhkan pedagang oprokan dan asongan, para pedagang kios juga mengeluhkan munculnya terminal bayangan di kawasan Terminal Tirtonadi. Para pedagang menilai keberadaan terminal bayangan itu membuat para penumpang enggan masuk ke dalam terminal.

Ketua Pansus DPRD Kota Solo yang membidangi Raperda Retribusi Daerah, Abdullah AA kepada Espos, Kamis (30/12), menegaskan keberadaan pedagang asongan, oprokan, dan terminal bayangan di kawasan Terminal Tirtonadi itu berstatus ilegal. Oleh karena itu, pihaknya meminta otoritas Pemkot Solo tidak menarik retribusi kepada mereka. “Kalau ditarik retribusi itu sama halnya dengan melegalkan keberadaan mereka,” tegas Abdullah.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Solo, Yosca Herman Soedrajat menyesalkan keberadaan dari terminal bayangan yang biasa menjadi pangkalan kendaraan dari agen travel. “Keberadaan mereka ilegal, pada saatnya nanti akan kami tertibkan,”kata Herman.

mkd

lowongan pekerjaan
CV. HORISON, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…