Kamis, 30 Desember 2010 19:08 WIB Kaleidoskop Share :

Kali keempat, Adipura berhasil digenggam (Karanganyar-bagian III/habis)

Tidak hanya penegakan hukum dan bencana yang mewarnai Bumi Intanpari sepanjang tahun 2010. Berbagai penghargaan pun berhasil diraih Kabupaten Karanganyar. Sedikitnya ada enam penghargaan yang berhasil digenggam Karanganyar di bawah kepemimpinan Bupati Rina Iriani. Bahkan penghargaan paling bergensi, yakni Karanganyar untuk keempat kalinya mendapatkan penghargaan Adipura kategori kota kecil terbersih se-Indonesia yang diserahkan langsung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Apa yang telah diraih Karanganyar adalah kerja keras bersama. Prestasi tersebut patut untuk dipertahankan. Tidak tanggung-tangung, Kabupaten Karanganyar bahkan berkomitmen akan meraih Adipura kelima, yakni Adipura Kencana pada tahun 2011 mendatang. Selain mempercantik lingkungan, sebisa mungkin juga dibarengi dengan perbaikan berbagai ruas jalan di Bumi Intanpari. Antara jalan dan lingkungan harus seimbang dan saling menunjang. Meskipun untuk merealisasikan semuanya, tidak terlepas dari pendanaan mengingat APBD Karanganyar defisit hingga Rp 30 miliar tahun 2011.

Selain menerima penghargaan Adipura, Karanganyar juga berhasil meraih Piala Citra Bhakti Abdi Negara (Bupati Kinerja Terbaik dalam pelayanan Publik), penghargaan Muri Kategori pelayanan IUD atas nama satu provinsi, penghargaan Pakarti Utama tingkat Nasional juara I Lomba Kesatuan Gerak PKK KB Kes, Indonesia Open Source Award (IOSA) kategori Kabupaten/kota dengan keunggulan sukses dalam strategi dan perencanaan tingkat nasional dari Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo) dan Piagam penghargaan Citra Pelayanan Prima Tingkat Madya dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara.

Karanganyar bercita-cita untuk meraih penghargaan untuk kategori Wahana Tata Kota sebab karena selama ini belum pernah meraih untuk kategori tersebut. Karena itu, perlu ada perbaikan lalu lintas dan terminal di Karanganyar salah satunya dengan menggeber rehab 12 terminal tahun 2010 ini melalui dana hibah dari APBN.

Selain itu Karanganyar menggalakkan penghijauan dengan menciptakan hutan kota, menjaga kebersihan di sungai lingkungan perkotaan dan tidak ada lagi galian C. Pengelolaan sampah yang telah berjalan antara lain di RSUD Karanganyar. Sampah tersebut telah berhasil diolah menjadi pupuk kompos.

(Oleh: Indah Septiyaning W)

lowongan pekerjaan
CV PRIMEDANIE, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Ketika Uang Tunai Terpinggirkan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Riwi Sumantyo, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah riwi_s@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Perkembangan teknologi digital yang super cepat mengubah banyak hal, baik di…