Kamis, 30 Desember 2010 12:06 WIB Internasional Share :

Bom meledak di kantor polisi Irak, empat tewas

Baghdad–Serangan bom bunuh diri kembali terjadi di Irak. Kali ini peristiwa berdarah tersebut terjadi di sebuah kantor polisi di utara kota Mosul, Irak. Empat petugas kepolisian dinyatakan tewas dalam peristiwa tersebut.

Seperti dikutip dari AFP, peristiwa terjadi Rabu (29/12). Salah satu petugas kepolisian setempat yang tewas tersebut adalah seorang perwira yang bertugas mengawasi serangan-serangan militan.

Aksi bom bunuh diri dilakukan oleh dua orang milisi Al-Qaeda. Pelaku bom ketiga berhasil ditembak mati sebelum melancarkan aksinya dengan target Letkol Shamil Ahmed Oglah, seorang perwira polisi yang memimpin operasi melawan afiliasi kelompok Al-Qaeda, Minggu lalu.

“Serangan itu dilakukan anggota Al-Qaeda karena Letkol Ahmed Oglah menjadi pemimpin operasi melawan kelompok tersebut, pekan lalu,” kata sumber di Kementerian Dalam Negeri Irak.

Sumber tersebut mengatakan, upaya bom bunuh diri dengan target Oglah sebelumnya juga dilancarkan. Serangan terakhir terjadi dua hari lalu di tepi barat Kota Ramadi yang menewaskan 9 orang dan 49 terluka. “Termasuk empat polisi,” ujar sumber tersebut.

Dalam serangan pos pemeriksaan polisi 12 Desember kemarin di Irak Barat dan Tengah, enam polisi dan delapan orang lainnya tewas.

25 Agustus, setidaknya 19 polisi tewas dalam pemboman mobil. Sebanyak 53 orang tewas dan sekitar 250 terluka dalam serangan Agustus itu.

Akibat serangan yang mengarah ke kantor kepolisian setempat, sebagian besar kantor polisi di daerah Al-Binat Qabr Mosul barat, rusak berat.

dtc/tiw

lowongan pekerjaan
STAFF ADMINISTRASI & KEUANGAN, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…