Kamis, 30 Desember 2010 10:53 WIB News Share :

Abu Bromo guyur lahan pertanian, kerugian capai Rp 28 M

Probolinggo–Dampak abu vulkanik Gunung Bromo juga membuat ribuan hektar tanah pertanian yang berada di 12 desa gagal panen. Dari hasil identifikasi tim tanggap darurat kerugian mencapai angka Rp 28 miliar.

Tanaman yang rusak adalah jagung, wortel, kubis, tomat, dan kentang. Tak hanya tanaman yang terganggu, hewan ternak warga di dekat gunung eksotik itu juga terkena dampak. Jumlah hewan ternak yang terpaksa diungsikan mencapai angka 4 ribu ekor.

“Untuk hewan ternak kita lakukan pendataan dan identifikasi sebagai data agar dalam penjualan ternak nantinya bisa dipastikan warga mendapatkan keuntungan,” kata Petugas Tim Tanggap Darurat, Hendro saat berbincang¬† di Kantor Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Kamis (30/12).

Diantara 12 desa di Kecamatan Sukapura, Probolinggo yang dekat dengan gunung itu, Desa Ngadirejo paling parah terkena dampak guyuran abu yang disertai pasir. Desa Ngadirejo berjarak 5 kilometer dari kawah Bromo dan berada di bukit yang paling tinggi di kawasan itu.

dtc/tiw

Lowongan pekerjaan
PT. MIC Abadi Solo, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Pelayanan Medis Olahraga

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (18/10/2017). Esai ini karya Rumi Iqbal Doewes, dosen di Program Studi Kepelatihan Olahraga Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah king.doewes@staff.uns.ac.id. Solopos.com, SOLO–Pencinta sepak bola Indonesia pantas berduka….