Rabu, 29 Desember 2010 19:39 WIB News Share :

Tanggul sungai Tuntang jebol, 111 rumah kebanjiran

Grobogan (Espos)–Ratusan rumah di Desa Ngroto, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan tergenang air setinggi 50 cm hingga satu meter, akibat tanggul Sungai Tuntang yang melintasi desa tersebut jebol, Rabu (29/12), dini hari

Menurut Asturiyah, 27, warga RT 02, RW VI Desa Ngroto, sebelum tanggul yang berada di dekat rumahnya jebol, dirinya mendengar suara gemuruh sekitar pukul 21.00 WIB. “Saya pikir itu suara hujan deras, namun setelah keluar ternyata suara air dari tanggul sebelah timur rumah yang jebol. Kontan saya berteriak memberitahu tetangga,” tutur Asturiyah.

Kades Ngorto, H Baidhowi ketika ditemui mengatakan, akibat tanggul jebol tersebut sekitar 111 rumah di empat RT di desa setempat tergenang banjir. Namun air mulai surut pada subuh. “Kami berharap ada perhatian dari pemerintah untuk segera memperbaikinya.Karena pemerintah desa dan warga tidak mampu memperbaiki tanggul yang jebol. Butuh biaya besar dan alat berat,” tuturnya.  Karena, lanjutnya, bantaran sungai di tanggul yang jebol sudah turun dengan kedalaman sama dengan dasar sungai. “Jadi perbaikannya harus permanen agar tidak jebol lagi,” katanya.

Terpisah Kepala Dinas Pengairan Grobogan Ir Rudy Atmoko MM mengatakan, peristiwa tanggul jebol tersebut sudah dilaporkan ke Balai Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Jateng.  “Rencananya Pemprov Jateng akan menggagarkan Rp 300 juta untuk perbaikan tanggul yang jebol di tahun 2011. Penanganannya akan dilakukan Pemkab Grobogan,” jelas Rudy.

rif

lowongan pekerjaan
marketing, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…