Rabu, 29 Desember 2010 15:07 WIB Hukum Share :

Seorang bapak diduga bunuh dan kubur anaknya

Kediri–Warga Dusun Gendis, Desa Purwotengah, Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri, mendadak gempar. Muhammad Fuad Hasan 2,5  diduga dibunuh dan dikubur setengah badan oleh bapaknya di tepian Sungai Brantas.

Jasad Fuad pertama kali ditemukan oleh Mat Jemblung, seorang pencari rumput yang juga tetangganya. Pertama kali ditemukan jasad korban terkubur setengah badan dalam posisi tertelungkup. Selain itu dahi korban dalam kondisi bengkak dan leher serta dadanya terdapat luka lebam.

Dari temuan tersebut saksi langsung melapor ke warga lain, yang dilanjutkan ke Mapolsek Papar.

Kapolsek Papar AKP Suyitno membenarkan adanya temuan mayat seorang anak tersebut. Pihaknya juga sudah melakukan olah TKP dan visum luar, meski belum dapat memastikan penyebab kematian korban.

“Dari luar memang ada luka, tapi dugaan sementara akibat benturan. Untuk pastinya kami masih menunggu hasil otopsi yang akan dilakukan di RS Bhayangkara,” kata Suyitno kepada wartawan yang menemuinya di Mapolsek, Rabu (29/12).

Suyitno menambahkan, pihaknya juga sudah mengamankan ayah kandung korban, Robert Andi Iskak ,28. Dugaan sementara dia adalah pelaku pembunuhan terhadap anaknya, setelah sebelumnya dilaporkan oleh istrinya sendiri, Isro’ul ,23.

“Ibu korban kemarin memang melapor, anaknya hilang setelah pagi harinya dibawa ayahnya jalan-jalan. Semalam kami juga sudah lakukan pencarian tapi tidak menemukan apa-apa, sampai pagi tadi korban ditemukan sudah meninggal,” jelas Suyitno.

Polisi saat ini masih terus melakukan pemeriksaan intensif terhadap Robert, sambil menunggu hasil otopsi untuk memastikan penyebab kematian korban. Sementara untuk mempermudah penyelidikan sejumlah alat bukti juga sudah diamankan. Diantaranya sepasang sandal, sejumlah bungkus makanan ringan yang diduga usai dikonsumsi korban, setelan kaos dan celana pendek, serta sebuah motor Honda Kharisma bernopol AG 4812 EI yang dikendarai pelaku.

“Ayah kandung korban sampai saat ini masih terduga pelaku pembunuhan. Kita masih dalami kasusnya dengan melakukan penyelidikan,” pungkas Suyitno.

dtc/tiw

lowongan pekerjaan
Harian Umum SOLOPOS, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…