Rabu, 29 Desember 2010 16:45 WIB Sragen Share :

Puluhan GTT/PTT Sragen tak terdata

Sragen (Espos)--Puluhan guru tidak tetap (GTT) dan pegawai tidak tetap (PTT) di Bumi Sukowati tidak masuk dalam pendataan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Sragen.

Hal itu memancing kekhawatiran di kalangan GTT/PTT. Ketua Forum Guru dan Pegawai Tidak Tetap (FGPTT) Sragen, Sutomo mengatakan pendataan GTT/PTT yang kini sampai di tahapan uji publik memang belum sempurna. Masih ada sejumlah nama yang terlewatkan.

Sutomo sendiri mencatat 30 orang GTT/PTT yang tersebar di Kecamatan Sambungmacan, Mondokan, Masaran dan Ngrampal belum terdata.

Jumlah GTT/PTT yang belum terdata diduga masih akan bertambah, sebab koordinator FGPTT di belasan kecamatan lain belum memberikan laporan.

“Laporan yang masuk ke kami, sementara ada 30 orang yang belum didata. Itu dari empat kecamatan. Di luar empat kecamatan itu, sampai sekarang belum ada laporan. Tapi sudah kami minta untuk segera mengecek kalau-kalau masih ada nama yang terlewatkan,” jelas Sutomo, kepada wartawan, di Sragen, Rabu (29/12).

Dia berharap, para GTT/PTT di Bumi Sukowati yang belum terdata secepatnya menghimpun berkas-berkas yang dibutuhkan, sehingga segera dapat disusulkan.

Dia menegaskan, FGPTT Sragen akan terus melakukan pengawasan pendataan GTT/PTT sesuai SE Meneg PAN dan RB No 05/2010, dari mulai pendataan, uji publik, hingga membawa usulan GTT/PTT ke pemerintah pusat.

tsa

lowongan pekerjaan
Gramedia Surakarta, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Kanibalisasi Akademis

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (11/01/2018). Esai ini karya Abdul Gaffar, mahasiswa Program Doktoral Psikologi Pendidikan Islam Universitas Muhamamdiyah Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah c.guevar@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Dunia akademis (kampus) dihebohkan dengan isu kapitalisasi dan kanibalisasi akademis sebagai akibat…