Rabu, 29 Desember 2010 18:41 WIB Kaleidoskop Share :

Perbaikan pelayanan publik harus mencakup semua sektor (Solo-bagian I)

“Kota Solo sudah banyak berubah ya?” Demikian sebaris kalimat yang sempat diungkapkan oleh salah seorang kawan lama kepada Espos, saat berkunjung ke Kota Solo belum lama ini, setelah lebih dari sepuluh tahun lamanya ia meninggalkan Kota Solo untuk meniti karir di Ibu Kota.

Kalimat yang cukup singkat, namun sarat dengan makna. Wajar apabila setelah selang 10 tahun melihat begitu banyak perubahan fisik Kota Solo. Perubahan itu tidak terlepas dari berbagai program dan proyek pembangunan kota yang telah dilaksanakan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Solo di bawah kepemimpinan Walikota-Wakil Walikota, Joko Widodo-FX Hadi Rudyatmo, selama periode tahun 2005-2010.

Banyak pembenahan yang dilakukan pasangan tersebut dalam upaya menjadikan Kota Solo terlihat lebih baik dibandingkan pada masa kepemimpinan walikota-wakil walikota sebelumnya.

Selain melaksanakan sejumlah pembangunan fisik, selama periode pertama kepemimpinan mereka, Jokowi-Rudy telah menghasilkan berbagai program layanan masyarakat, khususnya program yang ditujukan bagi masyarakat kurang mampu. Program itu berupa Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat Surakarta (PKMS), Bantuan Pendidikan Masyarakat Kota Surakarta, penataan pedagang kaki lima (PKL) hingga modernisasi pasar tradisional.

Walaupun harus diakui ada sejumlah program atau proyek yang harus tertunda pelaksanaannya, atau bahkan batal dan gagal. Salah satu contoh proyek yang tertunda adalah penuntasan masalah pengelolaan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo Solo yang ditargetkan selesai tahun 2010 ini.

Sejumlah penghargaan telah diraih Kota Solo, namun tidak sedikit protes dan kritikan tajam datang dari berbagai elemen masyarakat menyoroti program-program Pemkot selama ini.

Dan pada 26 April 2010 lalu, pasangan itu kembali terpilih untuk memimpin Kota Solo selama lima tahun mendatang. Dengan terpilihnya kembali Jokowi-Rudy (sapaan akrab Walikota-Wakil Walikota-red), menandakan begitu besarnya kepercayaan masyarakat Kota Bengawan kepada keduanya untuk kembali memimpin pemerintahan hingga akhir masa jabatan mereka pada tahun 2015.

Di tangan keduanya pula, berbagai aturan dan kebijakan akan diambil terkait dengan berbagai program layanan yang harus diberikan oleh jajaran Pemkot Solo kepada masyarakat. Layanan kepada masyarakat itu di antaranya di bidang pendidikan, bidang kesehatan, bidang kependudukan, bidang ekonomi, lingkungan, penyediaan sarana dan prasarana umum, transportasi umum, sosial kemasyarakatan, hingga sektor pariwisata, serta keterbukaan informasi publik (KIP).

Tentu, saat ini tak harus memakan waktu lama bagi keduanya untuk segera melanjutkan pembangunan di periode kedua masa jabatan mereka, sebagaimana yang telah dituangkan dalam rencana pembangunan jangka pendek daerah (RPJMD).

Di awal periode kedua tahun ini, Walikota telah mewacanakan dan merencanakan berbagai program baru dalam pembangunan kota untuk menyempurnakan program-program yang telah dilaksanakan sebelumnya.

Di bidang penataan kota misalnya, Walikota gencar menghijaukan Kota Solo dengan pagarisasi hijau di sejumlah tempat seperti kantor-kantor pemerintah dan sekolah-sekolah.

Beberapa tempat pun dibidik untuk dijadikan kawasan ruang terbuka hijau (RTH) dan kawasan ruang publik, disertai dengan penataan PKL yang ada di kawasan tertentu. Di bidang pendidikan, selain ada pembenahan dalam proses layanan BPMKS, Pemkot juga mulai menyosialisasikan program pendidikan berkarakter untuk diterapkan dalam kurikulum pelajaran di sekolah-sekolah.

Di bidang kesehatan, selain memulai pembangunan rumah sakit umum daerah (RSUD) dan melanjutkan program PKMS, Walikota berharap Pemkot dapat meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dengan mengadakan program antarjemput pasien ked an dari rumah sakit dengan ambulans.

Di bidang kependudukan, Walikota mewacanakan percepatan proses pembuatan KTP dan kartu keluarga (KK) dalam waktu hanya lima menit. Tentu saja, berbagai program yang diwacanakan oleh Pemkot tersebut sangat diharapkan akan membawa manfaat dan kemudahan bagi masyarakat Kota Solo. Berbagai program tersebut harus menuju perbaikan pelayanan publik di semua sektor.

(Septhia Ryanthie–Bersambung)

lowongan pekerjaan
PT. INDUKTURINDO UTAMA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…