Rabu, 29 Desember 2010 09:18 WIB News Share :

KPPT Grobogan akan ‘robohkan’ tower selular liar

Grobogan (Espos)–Kantor Perijinan dan Pelayanan Terpadu (KPPT) Kabupaten Grobogan akan menghentikan/’merobohkan’ pengoperasian menara pemancar (tower) milik salah satu operator  telepon seluler di Kecamatan Gabus, karena tidak memiliki izin atau liar.

“Kita akan berkoordinasi dengan Satpol PP melaksanakan penegakkan Perda menghentikan pengoperasian tower milik Telkomsel di Kecamatan Gabus,” tegas Kepala KPPT Kabupaten Grobogan Drs Nur Iksan didampingi Kasi Perijinan Lina, Selasa (28/12) di kantor setempat.

Langkah tegas tersebut terpaksa diambil, tambah Nur Iksan, karena teguran secara lisan maupun yang dilakukan KPPT kepada pihak pemilik operator tidak ditanggapi secara serius.

“Bahkan kami cenderung di-pingpong mengenai siapa sebenarnya pemilik tower operator telepon selular tersebut,” paparnya.

Data yang diperoleh <I>Espos<I> menara pemancar (tower) milik Telkomsel tersebut sudah berdiri dan beroperasi sejak tahun 2007. Namun pihak pemilik atau rekanan yang membangun tower tersebut tidak mengajukan izin ke KPPT.

“Yang jelas dalam waktu dekat, kami akan melakukan tindakan tegas dengan menghentikan/merobohkan tower tersebut karena teguran kami tidak diindahkan sama sekali,” jelas Nur Iksan.

rif

lowongan pekerjaan
Marketing dan Surveyor, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…