Rabu, 29 Desember 2010 23:13 WIB Wonogiri Share :

Kera Gunung Gandul kembali makan korban

Wonogiri (Espos)–Aksi kawanan kera penghuni hutan Gunung Gandul kembali memakan korban. Seorang nenek yang tinggal di Jl Gunung Buthak RT 3/RW IV Joho Lor, Kelurahan Giriwono, Wonogiri, sepekan lalu  diserang dan terpaksa mendapat 17 jahitan pada tungkai kanannya.

Saat ditemui wartawan di kediamannya, Rabu (29/12), kaki nenek bernama Suyantini, 62, itu masih terlihat bengkak dan ia harus dibantu kruk untuk berjalan. Perban berwarna putih masih menutupi luka di tungkai kanannya. “Seharusnya hari ini jahitannya dilepas, tapi  petugas kesehatan yang berjanji akan datang ke rumah belum datang,” kata anak sulung Suyantini, Handayani.

Menurut Handayani, luka yang diderita ibunya akibat gigitan monyet itu cukup dalam dan panjang, nyaris mengenai tulangnya. Sesaat setelah gigitan itu, Suyantini langsung dibawa ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr Soediran Mangun Sumarso dan dokter menjahit lukanya, enam jahitan di bagian dalam dan 11 jahitan di bagian luar. Jadi totalnya 17 jahitan.

Mengenai kronologis peristiwa serangan monyet itu, Suyantini menuturkan saat itu, Rabu (22/12) sekitar pukul 13.00 WIB, dirinya baru bersiap-siap untuk memasak ketika tiba-tiba sekawanan monyet berlarian turun dari gunung di sebelah rumah. Suyantini yang sudah terbiasa melihat kawanan monyet turun gunung, langsung berusaha mengusir untuk mencegah mereka menyerbu ke dalam rumah.

Namun rupanya ada satu monyet yang bandel dan bukannya lari mengikuti kawanannya kembali ke gunung malah menyerang dan menggigit kakinya. “Saya sendiri tidak sadar waktu itu, tahu-tahu kaki saya sudah luka dan terasa perih. Saya juga kaget karena tidak biasanya monyet-monyet itu menyerang dan menggigit. Biasanya kalau mereka turun gunung dan diusir langsung pergi,” ujar dia.

Ditambahkan Suhendro, salah satu anak Suyantini yang kemarin kebetulan juga ada di rumah, kawanan monyet turun gunung bukan sudah jadi bagian dari kehidupan sehari-hari warga di wilayah itu. Sekali turun, kawanan monyet itu bisa berjumlah 50-an ekor. “Mereka bisa datang sewaktu-waktu, tapi lebih sering pada siang hari. Genteng rumah sudah tak terhitung yang rusak karena monyet-monyet itu,” ungkap Suhendro.

Serbuan monyet penghuni Gunung Gandul ke kawasan permukiman di sekitarnya itu memang sudah biasa terjadi. Juli 2010 lalu, seorang wanita di Lingkungan Gandul RT 1/RW I Giriwono juga diserang saat membersihkan teras rumahnya. Untungnya, kera itu tidak sempat menggigit dan wanita itu tidak menderita luka serius.

shs

lowongan pekerjaan
SUMBER BARU BEJEKI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Mencari Alamat Bahasa Indonesia

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (06/01/2018). Esai ini karya Na’imatur Rofiqoh, ”pemukul” huruf dan juru gambar yang tinggal di Solo. Alamat e-mail penulis adalah naimaturr@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Bahasa Indonesia tidak lagi beralamat di Indonesia. Indonesia malah jadi tempat…