Rabu, 29 Desember 2010 13:39 WIB Hukum Share :

Diancam bom, Bank Kaltim disisir tim Gegana

Samarinda–Gedung kantor pusat Bank Kaltim di Jl Jenderal Sudirman, Samarinda, Kalimantan Timur, diteror ancaman bom. Sembilan petugas tim Gegana Brimob Polda Kaltim, bergegas melakukan penyisiran gedung berlantai 7 tersebut.

Informasi yang dihimpun, Rabu (29/12), teror bom pertama kali diketahui Iwan, salah seorang karyawan kantor asuransi Askrida sekitar pukul 10.30 WITA, yang menyewa salah satu lantai di bangunan bank tersebut. Ada secarik kertas yang menempel di lift lantai 4.

“Akan Ada Bom. Rabu 29.12.2010 di Lantai 4. Al-Qaeda.” demikian surat ancaman itu.

Petugas sekuriti Bank Kaltim, Sukmo Legowo, kepada wartawan membenarkan ancaman teror bom tersebut. Sukmo mengatakan, pihaknya menerima laporan tersebut dari Iwan dan langsung meneruskan laporan tersebut ke kepolisian.

“Kita langsung laporkan ke Polresta Samarinda,” kata Sukmo kepada wartawan, di lantai dasar Gedung Bank Kaltim, Jl Jenderal Sudirman, Rabu siang.

Beberapa saat kemudian, 9 orang tim Gegana Brimob Polda Kaltim Kompi 4,5,6 markas Samarinda Seberang, mendatangi Gedung Bank Kaltim. Menggunakan peralatan Metal Detector (MD) 2000, 9 personel Tim Gegana tersebut melakukan penyisiran dimulai dari lantai dasar, kawasan taman serta areal parkir Bank Kaltim hingga ke lantai 7.

“Kita periksa dari bawah di lantai dasar,” kata Ketua Tim Gegana Brimob Polda Kaltim Kompi 4,5,6 Markas Samarinda Seberang, Bripka Didik Kusmana disela penyisiran.

Pengamatan detikcom, tim Gegana memeriksa di seluruh sisi bangunan hingga di seluruh sudut ruangan, semisal di ruang karyawan, ruang cleaning service hingga di ruang elektrikal kantor Bank Kaltim.

“Sampai saat ini, belum ada barang-barang yang dicurigai sebagai bahan peledak,” ujar Didik saat berada di lantai 4.

Penyisiran pun berakhir sekitar pukul 12.30 WITA saat berada di lantai 7. Aparat melakukan penyisiran secara hati-hati, sehingga tidak menimbulkan kepanikan ratusan karyawan Bank Kaltim dan nasabah. Tim Gegana memastikan ancaman teror bom tersebut tidak terbukti.

“Tidak ada barang yang kita curigai sebagai bahan peledak maupun bom,” tegas Didik.

Menurut Didik, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada Polresta Samarinda untuk menyelidiki oknum yang menebar ancaman teror bom tersebut melalui secarik kertas.

“Polresta yang menyelidiki itu. Sekali lagi, ancaman tidak terbukti,” tutup Didik.

dtc/tiw

lowongan pekerjaan
STAFF SURVEY,MARKETING,SPG,SPB, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…