Selasa, 28 Desember 2010 06:50 WIB Sragen Share :

Yuni-Ali bersaing rebut rekomendasi Demokrat

Sragen (Espos)–Dua nama bakal calon bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati (Yuni) dan Ali Badarudin (Ali), dipastikan bersaing memperebutkan rekomendasi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat.

Dua nama tersebut mengantongi dukungan tertinggi sebagai bakal calon bupati, sesuai hasil dua kali survei DPP Demokrat yang dilaksanakan belum lama ini. Rekomendasi sendiri dikabarkan bakal turun sebelum akhir pekan ini.
Rekomendasi DPP akan menyebut satu pasangan yang dipandang layak diusung partai.

Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Demokrat Sragen, Joko Saptono mengatakan berdasarkan hasil dua kali survei yang dilaksanakan DPP Demokrat, muncul empat nama yang mengantongi dukungan tertinggi.

Dua di antaranya merupakan bakal calon bupati, yakni Yuni dan Ali. Sedangkan dua nama lain, diusulkan menempati posisi bakal calon wakil bupati, atas nama Darmawan Minto Basuki, yang merupakan Sekretaris Daerah (Sekda) Sragen dan Joko Saptono sendiri.

“Tanggal 24 Desember, pertemuan terakhir kami dengan DPP, disampaikan bahwa rekomendasi akan turun pekan ini. Kabarnya, sebelum tanggal 31 Desember, isi rekomendasi sudah ada di tangan DPC,” ungkap Joko, saat ditemui wartawan, seusai mengikuti Sosialisasi Tata Cara Pemenuhan Syarat Calon dan Pengisian Formulir Pencalonan Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Sragen, di Sekretariat Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sragen, Senin (27/12).

Joko melanjutkan, apapun keputusan DPP, pihaknya sebagai pengurus di tingkat kabupaten akan memberikan dukungan sepenuhnya. Termasuk, kemungkinan DPP merekomendasikan bakal calon bupati dari luar Partai Demokrat, seperti Yuni, yang selama ini aktif di Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Seperti diketahui, dalam beberapa kali kesempatan Yuni telah menyatakan keseriusan maju berpasangan dengan Darmawan. Putri sulung Bupati Sragen, Untung Wiyono, itu pun telah mengambil berbagai peluang untuk maju sebagai salah satu peserta. di antaranya dengan mendaftar melalui PDIP dan mencari dukungan Partai Gerindra.

Terlepas dari itu, Joko mengaku yakin setiap keputusan DPP telah melalui banyak pertimbangan sangat matang. Pasalnya, selain merujuk pada hasil survei, DPP dipastikan telah memperhitungkan faktor resiko dan masa depan partai atas dipilah pasangan yang berhak mengantongi rekomendasi.

Sementara itu, bakal calon bupati Ali, yang selama ini dikenal sebagai Dewan Pakar DPC Partai Demokrat, saat dijumpai di lokasi setempat, menyatakan optimismenya rekomendasi bakal jatuh ke tangannya.

Alasannya, dibanding Yuni, Ali memiliki catatan aktif sebagai kader Partai Demokrat. Kendati demikian, dia menyerahkan keputusan rekomendasi kepada DPP.

“Kalau saya yang memilih, mestinya saya pilih yang kader Demokrat. Tapi keputusan tetap di tangan DPP. Kami akan mengikuti,” ujar dia.

tsa

lowongan pekerjaan
dr. NORMA AESTHETIC CLINIC, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Pilkada, Demokrasi, dan Hantu Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (17/01/2018) dengan judul Demokrasi Kita dan Hantu Politik. Esai ini karya Muhammad Fahmi, dosen di IAIN Surakarta dan Doktor Kajian Budaya dan Media. Alamat e-mail penulis adalah fahmielhalimy@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Tahun 2018 sering dijuluki…