Selasa, 28 Desember 2010 14:18 WIB News Share :

Tunjangan sertifikasi guru di Yogyakarta segera cair

Yogyakarta–Tunjangan sertifikasi guru di Kota Yogyakarta untuk semester kedua 2010 akan segera dicairkan setelah Dinas Pendidikan menerima dana tunjangan sertifikasi profesi dari pemerintah pusat sebesar Rp 30 miliar.

“Ada sekitar 2.600 guru yang akan menerima dana tunjangan sertifikasi profesi pada akhir tahun ini,” kata Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta, Budi Ashrori di Yogyakarta, Selasa (28/12).

Menurut dia, dana tunjangan sertifikasi profesi tersebut akan dikirimkan ke rekening masing-masing guru yang masih aktif dengan besaran yang bervariasi antara Rp 12 juta-Rp 15 juta.

Besaran tunjangan sertifikasi profesi tersebut didasarkan pada masa kerja dengan hitungan satu kali gaji pokok guru.

“Sekarang dalam proses transfer ke rekening masing-masing guru. Diharapkan sebelum akhir tahun sudah dicairkan semua,” imbuhnya.

Budi mengemukakan, tunjangan sertifikasi profesi tersebut merupakan upaya untuk meningkatkan kesejahteraan guru.

Selain pencairan dana tunjangan sertifikasi profesi guru, Dinas Pendidikan juga mencairkan insentif guru dan pegawai tidak tetap (GTT/PTT) yang diterima sekitar 4.900 orang.

Dana insentif GTT/PTT tersebut berasal dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kota Yogyakarta sebesar Rp 3 miliar.

Sementara itu, Kepala SMA 8 Yogyakarta Maryana yang menjadi penerima tunjangan sertifikasi guru menuturkan bahwa tunjangan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah memiliki perhatian kepada guru.

“Tunjangan itu bisa meningkatkan kesejahteraan guru. Akan saya gunakan untuk menambah kompetensi saya sebagai guru,” ucapnya.

Ia menyampaikan, akan mengikuti sistem pencairan dana tunjangan sertifikasi profesi yang telah ditetapkan pemerintah pusat.

“Jika dicairkan enam bulan sekali, maka saya ikut saja. Ikuti saja sistemnya,” lanjutnya.

ant/nad

lowongan pekerjaan
KLINIK BERSALIN UTAMA RB. DR. JOHAN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Pilkada, Demokrasi, dan Hantu Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (17/01/2018) dengan judul Demokrasi Kita dan Hantu Politik. Esai ini karya Muhammad Fahmi, dosen di IAIN Surakarta dan Doktor Kajian Budaya dan Media. Alamat e-mail penulis adalah fahmielhalimy@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Tahun 2018 sering dijuluki…