Selasa, 28 Desember 2010 13:11 WIB Sport Share :

Suporter Timnas serukan Laser No!

Jakarta–Ada yang menarik perhatian suporter Timnas yang tengah antre tiket di Senayan.

Lima Pengendara motor konvoi keliling Gelora Bung Karno. Mereka memasang poster bertuliskan “Laser No, Anarchist Yes.”

Seperti dilansir detikcom, Selasa (28/12), pengendara motor itu konvoi lengkap dengan atribut kaos merah putih, syal, dan topi merah putih. Ada yang berkendara sendirian dan ada juga yang berboncengan.

Pengendara memasang poster ukuran 1×1 meter bertuliskan “Laser No, Anarchist Yes” dan “We are anarchist, but we are not cheating.”

Saat melintas di loket untuk penukaran voucher kategori III, yang lokasinya di depan Gedung TVRI, tiba-tiba seorang pengendara motor berteriak lantang.
“Jangan curang, anarkis boleh,” teriak si pengendara itu.

Teriakan pengendara motor itu sontak membuat suporter Timnas yang mengantre mengalihkan perhatian mereka.

“Huuu….,” balas ratusan suporter yang antre sambil bertepuk tangan.

Aparat Kepolisian yang berjaga-jaga tidak bereaksi melihat ulah para pengendara motor tersebut.

“Suporter Malaysia kemarin memang konyol. menggunakan laser untuk mengganggu konsentrasi pemain. Kalau kita tidak akan meniru hal itu. Kita akan tujukkan kepada Malaysia, kalau supoter Indonesia sportif,” kata seorang suporter Timnas, Wawan, 21.

Hal senada disampaikan Vega. “Kita memberi dukungan pada Timnas secara sportif seperti nyanyi untuk membangkitkan semangat pemain dan tidak akan menggunakan laser karena itu suatu tindakan curang,” ujar Vega.

Antrean penukaran tiket berlangsung tertib. Puluhan aparat Brimob bersenjata berjaga-jaga di lokasi.

dtc/nad

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…