Selasa, 28 Desember 2010 17:11 WIB Sport Share :

PSSI pastikan takkan ada aktivitas tak penting lagi buat Timnas

Jakarta –– Sekjen PSSI Nugraha Besoes memastikan bahwa tim nasional sudah takkan diganggu lagi dengan aktivitas-aktivitas nonteknis yang tidak penting. Namun ia bergeming bahwa pihaknya yang diundang doa bersama.

Demikian dikatakan Nugraha dalam jumpa pers di kantor PSSI, Jakarta, Selasa (28/12), satu hari menjelang pertandingan final kedua Piala AFF, Indonesia versus Malaysia.

Pria yang biasa dipanggil ‘Kang Nug’ itu ditanya soal beberapa agenda kontroversial yang dilakukan PSSI di saat timnas seharusnya berkonsentrasi penuh ke pertandingan. Dua kegiatan yang disoroti masyarakat itu adalah kunjungan ke rumah seorang ketua umum partai politik dan doa bersama di sebuah pesantren di Jakarta Barat.

“Tidak ada lagi (aktivitas tak penting) hari ini. Yang kemarin kita lupakan, karena hari ini tidak ada lagi. Dan kita berlatih dengan baik,” tuturnya.

Meski demikian Kang Nug menolak semata-mata disalahkan atas kegiatan-kegiatan tak penting itu. Ia berdalih, pihaknya diundang.

“Waktu itu ‘kan bukan kunjungan. Kita diundang. Kalau diundang masak kita tidak datang?” sergahnya.

“Meskipun tak ada kaitannya dengan hal teknis?” tanya wartawan lagi.

“Kalau doa nggak ada hubungannya sama sepakbola, salah you … ” jawabnya.

Nugraha juga menjelaskan perihal timnas Malaysia yang berlatih sore ini di Stadion Lebakbulus secara tertutup. Keputusan itu diambil secara dadakan.

“Iya, latihan terakhir kan seharusnya coba lapangan GBK. Tapi lapangan nggak boleh dipakai (setelah rusak akibat kerusuhan pengantre tiket hari Minggu — Red).

“Jadi mereka harus closed training. Kalau di Senayan kan terbuka. Bahaya. Bisa terjadi pelemparan batu, busur, panah, paku. Jadi ini demi keselamatan, karena penonton juga sudah emosional. Lebakbulus kan tertutup, jadi lebih aman,” simpulnya.

dtc/tya

lowongan pekerjaan
PT.SEJATI CIPTA MEBEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Koes Plus dalam Peta Musik Indonesia

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (08/01/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Wonogiri. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada Jumat, 5 Januari 2018, Yon Koeswoyo tutup usia. Beberapa tahun sebelumnya…