Selasa, 28 Desember 2010 07:31 WIB News Share :

KP2KKN
39 kasus korupsi macet di Kejakti dan Polda

Semarang (Espos)--Komite Penyelidikan Pemberantasan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KP2KKN) Jateng mendesak aparat kejaksaan dan kepolisian menuntaskan penanganan 39 kasus korupsi yang masih macet.

Sekretaris KP2KKN Jateng Eko Haryanto menyatakan sampai Desember 2010 di jajaran Kejaksaan Tinggi (Kejakti) Jateng masih ada 29 kasus korupsi yang macet.

“Sedang kasus korupsi yang macet di jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Jateng sebanyak 10 kasus,” ujarnya di Semarang, Senin (27/12).

Bila kasus-kasus korupsi tersebut tak segera dituntaskan Kejakti dan Polda Jateng sambung ia, bisa membuat citra insitusi penegak hukum tersebut di masyarakat semakin terpuruk.

Untuk itu KP2KKN mendesak kepada aparat Kejakti dan Polda pada tahun 2011 serius menyelesaikan 39 kasus korupsi yang macet tersebut.

“Kami akan terus mengawal penuntasan kasus-kasus korupsi yang macet tersebut,” tandasnya.

Berdasarkan data KP2KKN Jateng 29 kasus korupsi yang macet di Kejakti, antara lain korupsi APBD 2004 senilai Rp 796 juta oleh Bupati Batang Bambang Bintoro.

Dugaan korupsi pembangunan sport center Stadion Madya, Magelang senilai Rp 11 miliar oleh mantan Walikota Magelang Fahriyanto. Kasus korupsi pembangunan jalan lingkar selatan Kota Slawi senilai Rp 3,9 miliar oleh Bupati Tegal Agus Riyanto.

Selain itu juga kasus dugaan korupsi dana talih asih anggota DPRD Wonogiri 2004 senilai Rp 1,8 miliar, kasus dugaan korupsi dana pendidikan putra putrid anggota DPRD Temanggung senilai Rp 1,8 miliar.

Kasus dugaan korupsi pengadaan buku paket (Balai Pustaka) tahun 2003 Kota Magelang senilai Rp 4,9 miliar. Kasus korupsi bantuan sosial (Bansos) Pemprov Jateng tahun 2008 senilai Rp 1,2 miliar yang diduga melibatkan Wakil Ketua DPRD Jateng Riza Kurniawan.

Masih di Kejakti, kasus dugaan korupsi pembangunan pasar Bintoro Demak, dugaan korupsi proyek pengadaan laboratorium multimedia dan bahasa SMA 1 Salatiga. Dugaan korupsi pembangunan pasar Wonogiri.

Sedang 10 kasus korupsi macet di jajaran Polda Jateng antara lain, dugaan korupsi APBD 2003 senilai 1,9 miliar oleh Bupati Pati Tasiman, korupsi system informasi pemerintahan desa di Cilacap senilai rp 6,8 miliar oleh Bupati Cilacap Probo Yulastro.

Kasus dugaan korupsi pembangunan jalan lingkar Salatiga senilai Rp 12,23 miliar, dugaan korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) pendidikan Karanganyar senilai Rp 18,3 miliar.

oto

lowongan pekerjaan
PT. Lemindo Abadi Jaya, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Mengenang (Pendidikan) Guru

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (24/11/2017). Esai ini karya Bandung Mawardi, kuncen Bilik Literasi. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada akhir abad XIX orang-orang Jawa mulai memiliki cita-cita baru. Sekian orang ingin menjadi guru seperti tuan kulit…