Selasa, 28 Desember 2010 23:17 WIB Sragen Share :

DPC PDIP
Totok tak minta dukungan Gerindra

Sragen (Espos)–Pengurus Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Sragen berbalik menyerang DPC Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra).

Hal itu menyusul pernyataan pengurus DPC Gerindra yang menyebut Bambang Samekto alias Totok tertarik mengambil formulir pendaftaran untuk memperebutkan rekomendasi dukungan dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerindra. Menurut Wakil Ketua DPC PDIP Laksana AR, pernyataan pengurus DPC Gerindra tersebut sangat disayangkan. Pasalnya hal itu memancing polemik di internal pengurus dan kader PDIP Sragen.

Pernyataan tersebut juga dinilai merugikan Totok, karena dapat menjatuhkan nama yang bersangkutan di tengah perebutan mendapatkan rekomendasi dari DPP PDIP. “Kami merasa perlu meluruskan. Sebab, sebenarnya, Mas Totok tidak pernah berniat mengambil formulir ke Gerindra. Jangankan ambil formulir, komunikasi saja tidak pernah. Ini yang sangat kami sayangkan,” tegas Laksana, kepada <I>Espos<I>, Selasa (28/12).

Merevisi

Sebelumnya, disebutkan lima pasangan/orang telah menyatakan tertarik berebut dukungan dari DPP Gerindra. Di antaranya pasangan Sularno-Kusharjono dan Sarjono-Dartomo. Sedangkan, secara perseorangan, sejumlah nama juga telah menyatakan tertarik, di antaranya putri sulung Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, Ketua DPC PDIP Sragen, Totok, dan Wiyono, bakal calon bupati yang dikabarkan mendaftar melalui Partai Demokrat. Pernyataan disampaikan Ketua DPC Gerindra, Jumardi, melalui pesan pendek kepada Espos, Minggu (26/12).

Lebih jauh, Laksana menambahkan sejauh ini Totok konsisten berniat maju dalam pemilihan bakal calon bupati melalui PDIP. Tidak sekalipun, menurut Laksana, ketua DPC PDIP itu berniat maju melalui partai lain. Lagi pula, dia menendaskan, Partai Gerindra saat ini hanya mengantongi satu kursi di DPRD Sragen.

Dengan satu kursi itu, Gerindra dipastikan tidak berhak mengajukan pasangan calon bupati/wakil bupati. Kecuali, partai tersebut berkoalisi dengan partai lain dan menghimpun minimal 15% suara. “Sedangkan, sampai saat ini, saya belum pernah tahu Gerindra berkoalisi dengan partai manapun,” tegasnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi Jumardi menyatakan merevisi keterangannya. Dia menjelaskan, pendaftaran untuk mendapatkan dukungan sebenarnya tidak tergantung pada dari partai mana bakal calon itu akan mendaftar. Karena, pendaftaran tersebut hanya untuk mendapatkan dukungan dari DPP Partai Gerindra, bukan untuk maju dari partai ini.

“Memang banyak sudah menyatakan tertarik, tapi bukan dia,” kata Jumardi.

tsa

lowongan pekerjaan
Perusahaan Outsourcing PLN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama Rakyat Awasi Pemilu

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (05/01/2018). Esai ini karya Ahmad Halim, Ketua Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kota Administrasi Jakarta Utara. Alamat e-mail penulis adalah ah181084@gmail.com Solopos.com, SOLO–Pemberlakuan UU No. 7/2017 tentang Pemilihan Umum (gabungan UU No. 8/2012, UU…