Selasa, 28 Desember 2010 09:25 WIB Ekonomi Share :

Bank Mandiri bakal raup hingga Rp 14,4 triliun

Jakarta–PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) akan menerbitkan 2.336.838.591 lembar saham baru harga penawaran di Rp 4.000-6.500 per lembar. Total dana yang akan diraup bank terbesar di Indonesia itu berkisar antara Rp 9,3 triliun hingga Rp 14,4 triliun.

Setiap pemegang 8.985 saham lama yang namanya tercatar dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan tanggal 10 Februari 2011, berhak atas 1.000 Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD). Dan setiap 1 HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli sebanyak 1 saham baru di harga Rp 4.000-6.500.

Rencananya, saham baru ini akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia pada 14 Februari 2011. Dan HMETD dapat diperdagangkan baik di dalam maupun di luar BEI sesuai peraturan Bapeoam IX.D.1 selama 5 hari bursa dari 14 Februari hingga 21 Februari 2011.

Pemerintah Indonesia sebagai pemegang saham Bank Mandiri tidak akan melaksanakan seluruh HMETD yang menjadi haknya dalam penawaran umum terbatas (PUT) ini yakni sejumlah 1.558.152.476.

Pemerintah RI akan mengalihkan HMETD yang dimilikinya kepada Mandiri Sekuritas dan Danareksa Sekuritas selaku agen penjual yang ditunjuknya. Selanjutnya saham hasil pelaksanaan HMETD itu akan dijual melalui penawaran terbatas.

Sebelum pelaksanaan PUT, komposisi kepemilikan saham adalah pemerintah RI (66,68%) dan masayarakat (33,32%). Dan setelah pelaksaaan PUT I ini, maka komposisi kepemilikan saham adalah pemerintah RI (60%), masyarakat (40%).

Menurut prospektus yang dipublikasikan Selasa (28/12), dana hasil PUT ini yang sekitar Rp 9,3 triliun hingga RP 14,4 triliun akan digunakan seluruhnya untuk memperkuat struktur permodalam yang selanjutnya sesuai rencana akan digunakan untuk mendukung pengembangan usaha dan pertumbuhan kredit.

dtc/nad

lowongan pekerjaan
PT.MITRA PINASTHIKA MUSTIKA FINANCE, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Eropa pun Galau Ihwal Media Sosial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah djauhar@bisnis.com. Solopos.com, SOLO — Kegalauan ihwal media sosial kini melanda hampir seluruh negara di…