Selasa, 28 Desember 2010 03:50 WIB Klaten Share :

500-an Jiwa terancam kepungan banjir Kali Woro

Klaten (Espos)–Sebanyak 500-an jiwa dari 150 kepala keluarga (KK) yang tinggal di Kampung Beteng dan Weru, Desa Sukorini, Manisrenggo, mulai mengkhawatirkan ancaman banjir lahar dingin Merapi.

Penyebabnya, kawasan tempat mereka tinggal saat ini berada di dataran lebih rendah dari Kali Woro yang mengelilingi kampung mereka. “Aktivitas penggalian pasir yang terjadi secara terus menerus sepanjang tahun telah membuat pertahanan dua desa tersebut terkikis dan hilang,” kata Kepala Dusun I Sukorini, Sukijan kepada Espos di ruang kerjanya, Senin (27/12).

Sejak dua pekan lalu, lanjut Sukijan, warga yang tinggal di dua kampung tersebut selalu bersiap-siap keluar dari kampung jika mendengar kabar bahwa hujan turun di hulu Woro. Bahkan, tegasnya, baru melihat awan gelap menggantung di ujung utara saja, warga selalu bersiap-siap. “Kalau hujan turun deras namun hanya di Sukorini, warga tak khawatir. Namun, kalau hujannya di hulu Kali Woro dengan intensitas lama dan deras, maka warga selalu waspada,” paparnya.

Kekhawatiran warga tersebut kian bertambah sejak jalur alternatif Kaliworo yang menghubungkan antara Desa Cemen dengan Sukorini, Manisrenggo putus diterjang lahar dingin Kamis (23/12) lalu. Kondisi tersebut praktis membuat warga kian waswas jika malam menjelang. “Sekarang warga selalu menggelar ronda malam hari memantau kondisi Kali Woro,” terangnya.

Di sisi lain, daratan dua kampung tersebut memang lebih rendah dari Kali Woro akibat pengerukan pasir setiap hari di sekitar Kali Woro. Meski telah dibangun sambungan kali untuk memecah aliran air Kali Woro di Sukorini, namun menurut Sukijan sambungan tersebut tak akan mampu jika terjadi luapan air dalam volume besar.

Salah seorang warga yang berprofesi sebagai penggali pasir, Basuki menyatakan, curah hujan akhir-akhir ini membuat aliran air yang membawa pasir telah memasuki Sukorini. Meski pasirnya banyak berupa pasir ladu, namun aliran airnya cukup deras. “Ya contohnya jalur penghubung Desa Cemen dengan Sukorini kini sudah amblas diterjang banjir terus menerus,” paparnya.

asa

lowongan pekerjaan
Carmesha Music School, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…