Senin, 27 Desember 2010 20:48 WIB Ekonomi Share :

Pemerintah tak berencana naikkan harga BBM

Jakarta –– Pemerintah tak berencana menaikkan harga bahan bakar minyak meski harga minyak dunia telah melonjak. “Jangan tanya apakah kita akan naikkan BBM, tidak ada,” ujar Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa dalam jumpa pers seusai rapat kabinet terbatas di Kantor Presiden, Senin (27/12).

Harga minyak mentah pada Jumat pekan lalu telah menembus rekor tertinggi dalam dua tahun terakhir, yakni US$ 94,74 per barel. Seiring pemulihan ekonomi dari krisis, harga minyak terus naik melebihi 30 persen dari titik terendah tahun ini pada bulan Mei lalu. Harga patokan Eropa untuk minyak ICE Brent ditutup di level US$ 93,46, dan harga patokan di Amerika Serikat mencapai angka tertinggi selama 26 bulan terakhir yakni US$ 91,63 per barel.

Jika harga minyak naik, otomatis beban subsidi bahan bakar yang ditanggung pemerintah makin besar. Maka, salah satu solusinya adalah menaikkan harga bahan bakar.

Namun, Hatta berpendapat harga minyak dunia masih berpeluang turun. “Tidak boleh panik, kita pernah mengalami harga minyak US$ 140, but we still survive, bahkan growing,” ujarnya.

Menurut dia, jika harga terus tinggi, pemerintah akan mengatasinya dari dua sisi, yakni penawaran dan permintaan. Dari penawarannya, pemerintah bakal menggenjot produksi bahan bakar.

Sedangkan di sisi permintaan, konsumsi masyarakat ditekan dengan program pembatasan bahan bakar bersubsidi. Program ini, kata Hatta, bakal terus berjalan dan tak terpengaruh kenaikan harga minyak dunia.

Hatta mengatakan pemerintah terus memantau harga minyak dunia serta telah membuat simulasi dan rencana solusinya jika harga tersebut terus naik. Hanya saja, ia tak mau mengungkapkannya.

Masih dengan alasan harga minyak dunia bisa saja turun tahun depan, ia hakul yakin target inflasi dan pertumbuhan ekonomi pada 2011 tak akan terganggu.

tempointeraktif

lowongan pekerjaan
STAFF SURVEY,MARKETING,SPG,SPB, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Ketika Uang Tunai Terpinggirkan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Riwi Sumantyo, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah riwi_s@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Perkembangan teknologi digital yang super cepat mengubah banyak hal, baik di…