Senin, 27 Desember 2010 02:02 WIB Karanganyar Share :

Parpol waswas dampak GLA

Karanganyar (Espos)–Partai politik (Parpol) yang diduga menerima aliran dana proyek rehab dan pembangunan perumahan bersubsidi Griya Lawu Asri (GLA) mulai waswas.

Mereka khawatir kasus GLA akan berpengaruh pada perolehan suara dalam Pemilu 2014 mendatang. Bahkan sejumlah Parpol kini gencar memulihkan citra dan nama baik Parpol hingga ke tararan akar rumput.

Ketua DPD PKS Karanganyar Mohammad Samsul Bahri SP ketika dihubungi Espos, Minggu (26/12), mengaku khawatir kasus GLA akan berpengaruh terhadap perolehan suara pada Pemilu mendatang.

“Kekhawatiran ada. Sedikit banyak dampak secara politis pasti ada. Tapi insya Allah kader kami masih percaya dengan PKS,” katanya.

Selama ini, Samsul mengatakan selalu menyampaikan kepada seluruh kader dan simpatisan PKS dalam berbagai kegiatan terkait persoalan GLA yang sesungguhnya.

Bahkan persoalan itu tidak hanya mencokot partainya saja, melainkan juga sejumlah Parpol lainnya. Samsul menuturkan persoalan GLA akan dijadikan sebagai pengalaman ke depan dalam menerima aliran dana dari calon bupati.
“Kami kan saat itu tidak etis jika menanyakan sumber dananya dari mana. Tapi ini akan kami jadikan pengalaman yang sangat berharga,” tuturnya.

Menurutnya dengan kondisi ini pihaknya terus meningkatkan pencitraan hingga ke tataran grass root. Sehingga perolehan suara pada Pemilu 2014 serta jumlah kursi di DPRD akan meningkat.

Pihaknya menargetkan jumlah kursi di DPRD mampu meraup 10 kursi atau meningkat 100% dari Pemilu legislatif (Pileg) 2009 silam yang hanya meraih lima kursi.

“Kami juga akan mengusung calon sendiri diri baik itu bupati atau wakil bupati pada Pilkada nanti. Ini sekaligus menghindari adanya masalah seperti GLA,” katanya.

Terpisah Wakil Sekretaris DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Jateng Rus Utaryono juga mengaku khawatir dengan adanya kasus GLA yang mencokot partainya bisa berimbas terhadap perolehan suara pada Pemilu mendatang.
Apalagi PPP disebut-sebut merupakan partai pengusung calon boneka untuk memenangkan Pilkada calon bupati lainnya.

“Saya tidak memandang kasus korupsinya namun moralitas sosial dan politik yang ada. Jadi jelaslah ada kekhawatiran dalam Pemilu nanti,” ujarnya.

Rus Utaryono mengatakan DPW telah memanggil Ketua DPC PPP Romdloni untuk dimintai keterangan soal seputar aliran dana GLA tersebut. Dari keterangannya diperoleh penjelasan bahwa saat itu partainya benar-benar tidak mengetahui sumber dana tersebut. Apalagi jika dana yang diterima berasal dari proyek GLA.

“Jadi kami telah memanggil Romdloni dan ditegaskan bahwa tidak tahu sumber dana itu,” katanya.

isw

lowongan pekerjaan
PT.Swadharma Sarana Informatika, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Jokowi Raja Batak

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (13/01/2018). Esai ini karya Advent Tarigan Tambun, inisiator Sinabung Karo Jazz 2017. Alamat e-mail penulis adalah atambun@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Saya bukan ahli budaya Batak. Dengan jujur saya harus mengatakan bahwa pengetahuan saya tentang budaya…