Senin, 27 Desember 2010 19:21 WIB Kaleidoskop Share :

Kenaikan harga kebutuhan pokok jadi topik hangat sepanjang tahun…(Ekonomi bisnis-bagian II)

“Saya bingung bagaimana agar bisa dapat untung. Semua harga pada naik. Beras, sayuran, telur, minyak goreng apalagi, cabai. Semua jenis cabai sekarang harganya di atas Rp 40.000 per kg,” tutur salah satu pemilik warung makan di kawasan Sriwedari, Ny Edi Subroto, kepada Espos, Senin (27/12).

Setidaknya, keluhan ini sering sekali terdengar dari mulut wanita separo baya itu. Sejak awal tahun masyarakat sudah mulai dikeluhkan dengan kenaikan harga beras dan minyak goreng. Harga beras di awal tahun 2010 sudah naik dari Rp 5.500 per kg menjadi Rp 5.800 per kg untuk beras jenis C4 biasa, dan Rp 6.500 per kg menjadi Rp 6.600 per kg untuk beras C4 super. Hingga akhir tahun, beras C4 biasa sudah mencapai kisaran harga Rp 7.200 per kg, bahkan beras C4 super tembus hingga Rp 8.000 per kg.

an yang paling mencengangkan, adalah harga cabai. Jika pada April harga cabai rawit merah masih berkisar Rp 7.000 per kg, naik menjadi Rp 10.000 per kg di bulan Mei, dan melonjak hingga Rp 45.000 per kg pada bulan Juli. Sedangkan cabai merah besar yang semula hanya Rp 10.000 naik menjadi sekitar Rp 25.000 per kg. Harga cabai sebenarnya sempat turun pasca Lebaran tapi kemudian kembali merambat naik mulai November lalu. Bahkan, akhir tahun harganya lebih menggila lagi.

Selain momen Lebaran di pertengahan tahun, Idul Adha dan liburan Natal akhir tahun, berbagai faktor telah membuat harga Sembako enggan turun hingga akhir tahun. Seperti gagal panen, bencana Merapi hingga musim hujan yang berkepanjangan serta sistem distribusi yang kerap mengalami gangguan sering menjadi alasan utama yang disampaikan pedagang.Tetapi sayang, rupanya petani tidak menikmati kenaikan harga Sembako.

Sehingga tak heran, sepanjang tahun 2010 problem Sembako selalu tampil di paragraf pertama pemicu inflasi. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Solo, Toto Desanto, menyampaikan November lalu harga bahan kebutuhan pokok masih mengalami kenaikan hingga 1,62%. “Harga kebutuhan pokok yang dipengaruhi sistem distribusi serta ketersediaan pasokan ini cukup memberikan tekanan terhadap inflasi di sepanjang tahun 2010,” tuturnya beberapa waktu lalu.

Sepanjang tahun 2010, inflasi Solo cenderung berada di level tinggi. Bahkan, bulan Juni inflasi mencapai 1,23% dan bulan Juli 1,34%. Hingga November, laju inflasi Solo tercatat 4,97%, atau masih di bawah laju inflasi nasional yang sudah mencapai angka 5,98%. Diprediksi, laju inflasi tahunan secara nasional akan melebihi 6%. Yang artinya, target pemerintah mematok inflasi 5% plus minus 1%, meleset.

(bersambung)

lowongan peekrjaan
PT. Integra Karya Sentosa, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Ketika Uang Tunai Terpinggirkan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Riwi Sumantyo, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah riwi_s@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Perkembangan teknologi digital yang super cepat mengubah banyak hal, baik di…