Senin, 27 Desember 2010 07:03 WIB Solo Share :

Keluarga pasien dr Moewardi keluhkan layanan

Solo (Espos)–Keluarga seorang pasien RSUD dr Moewardi Solo bernama Prabowo Sujono, 50, asal RT 1/RW III Kroyometan, Giritontro, Wonogiri, mempertanyakan alasan lambatnya penanganan medis.

Pasien pengguna Jamkesmas itu baru mendapat penanganan medis Sabtu (25/12) malam kendati telah tiba di RSUD dr Moewardi sejak Kamis (23/12).

Pasien merupakan pindahan dari RSUD Wonogiri dengan diagnosa abses mandidula atau pembengkakan pada pipi dan leher. Pasien tiba di RSUD dr Moewardi sudah dalam kondisi pascapembedahan. Namun bagian yang dibedah masih mengeluarkan darah bila perban dibuka.

Istri pasien, Karmi, 50, saat ditemui Espos Minggu (26/12) di Bangsal Mawar Lantai III RSUD dr Moewardi, mengungkapkan suaminya baru mendapat penanganan dokter Sabtu (25/12) malam.

“Setiba di sini suami saya memang langsung ditangani yakni dengan dipasangi infus tapi belum ada tindakan medis. Alasan pihak rumah sakit menunggu kondisi suami saya stabil. Tapi hari ini (Minggu-red) sudah dirontgen,” ujarnya.

Dia menuturkan kondisi suaminya masih sering merasa lemas, sesak nafas dan sakit pada bagian bekas pembedahan. Bahkan seringkali Prabowo Sujono alias Bowo mengalami sulit tidur.

Karmi mengakui bekas pembedahan masih sering mengalami pendarahan bila kain perban dibuka. Namun saat ini kendati belum signifikan bagian yang bengkak sudah mulai kempes. Senada salah seorang kerabat pasien, Elly sempat bertanya-tanya mengapa Bowo tak kunjung ditangani dokter.

Menurut dia selain pembengkakan muka dan leher pasien mengalami gangguan paru-paru.

Sementara Kasubag Hukum dan Humas RSUD dr Moewardi Solo, Mulyati menjelaskan pihaknya langsung memberikan penanganan intensif terukur kepada pasien.

Dikarenakan bekas pembedahan masih bleeding petugas medis belum bisa banyak mengambil tindakan medis. Petugas fokus pada penanganan untuk perbaikan kondisi umum dulu atau menghentikan pendarahan pasien.

kur

lowongan pekerjaan
KISEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Ketika Uang Tunai Terpinggirkan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Riwi Sumantyo, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah riwi_s@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Perkembangan teknologi digital yang super cepat mengubah banyak hal, baik di…