Senin, 27 Desember 2010 09:33 WIB News Share :

Bakrie kembali bantah telah politisasi Timnas

Jakarta–Jamuan sarapan pagi yang digelar di kediaman Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie (Ical) beberapa waktu lalu bukanlah bentuk politisasi terhadap Timnas.

Keluarga Bakrie mendukung Timnas tak hanya kali ini saja, tapi sejak lama.

Demikian pernyataan Juru Bicara keluarga Bakrie, Lalu Mara Satria Wangsa menanggapi kekalahan Timnas Indonesia atas Malaysia 3-0 di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, kemarin malam.

Kekalahan itu dianggap banyak kalangan akibat terlalu dipolitisasinya Timnas, terutama oleh pihak Ical.

“Jauh sebelum ini kita sudah dukung Timnas. Jadi bukan ujug-ujug sekarang ini. Sejak Timnas terpuruk, kita sudah mendukung,” ujar Lalu seperti dilansir¬† detikcom, Senin (27/12).

“Jadi tidak perlu saling menyalahkan. Ini untuk prestasi yang lebih baik. Timnas tetap kami sambut dengan baik,” imbuh manajer klub Pelita Jaya ini.

Bagi Lalu, memang kalah dalam sebuah pertandingan khususnya sepak bola adalah biasa. Hal yang lebih penting adalah bagaimana membangkitkan Timnas dari keterpurukan itu.

Kekalahan tim garuda dipandangnya karena mereka grogi bertanding di kandang lawan. Dengan kata lain, kekalahan itu lebih karena serangan psikologis yang dialami anak buah pelatih Alfred Riedl.

“Ini, kan, pertandingan tandang pertama bagi Indonesia melawan Malaysia jadi lebih ke psikologisnya. Mereka awalnya bagus, kok, di babak pertama,” kata Lalu.

Lalu sendiri memprediksi Indonesia akan dapat bangkit pada leg 2 piala AFF yang akan digelar di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Rabu (29/12) mendatang. Timnas akan unggul melawan negeri Jiran, namun ia enggan menyebutkan skornya.

“Dunia belum kiamat, apapun bisa terjadi di dunia sepak bola,” tutupnya

dtc/nad

lowongan pekrajaan
Yayasan Internusa Surakarta, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Mengenang (Pendidikan) Guru

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (24/11/2017). Esai ini karya Bandung Mawardi, kuncen Bilik Literasi. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada akhir abad XIX orang-orang Jawa mulai memiliki cita-cita baru. Sekian orang ingin menjadi guru seperti tuan kulit…