Minggu, 26 Desember 2010 13:56 WIB News Share :

Wisatawan di Kaliurang tak dipungut retribusi

Sleman–Wisatawan yang berkunjung ke objek wisata Kaliurang, Kabupaten Sleman pascaerupsi Merapi 2010 untuk sementara tidak dipungut retribusi dan hanya diminta memberikan sumbangan sukarela yang dikelola warga setempat.

“Saat ini memang belum ada retribusi resmi untuk masuk ke Kaliurang, warga mengelola retrebusi dan bayarnya sukarela, ini untuk perbaikan-perbaikan fasilitas yang rusak serta pemberdayaan masyarakat,” kata perwakilan Forum Masyarakat Kaliurang Eko Wahyu, Minggu (26/12).

Kotak sumbangan sukarela tersebut disediakan warga tepat di pintu masuk kawasan Wisata Kaliurang, wisatawan diminta sumbangan sukarela, sedangkan sebelumnya tarif resmi masuk Kaliurang Rp 2.000 per orang dan untuk mobil biaya masuk Rp 5.000 dan bus Rp 10.000.

Menurut dia, dalam satu hari libur perolehan sumbangan sukarela rata-rata mencapai Rp 2 juta sedangkan pada hari biasa hanya berkisar Rp 300.000 hingga Rp 500.000.

“Para pengunjung memang memberikan sumbangan seikhlasnya dan kami terima dengan ikhlas pula, ada yang memberi Rp 10.000, Rp 20.000, ada juga yang memberi Rp 50.000,” jelasnya.

Ia menyampaikan, saat hari libur kunjungan wisatwan ke Kaliurang ini sangat tinggi, bahkan terjadi kemacaetan arus lalu lintas di sekitar pintu masuk, sedangkan pada hari bisa meskipun cukup padat namun tidak sampai macet.

“Wisatawan ke Kaliurang ini bisanya juga berkunjung ke lokasi bencana erupsi Merapi seperti di Kinahrejo dan Kepuharjo,” lanjutnya.

Sementara itu, seperti dilansir detikcom, di sejumlah ruas jalan menuju Kaliurang memang terjadi kepadatan kendaraan baik itu sepeda motor, mobil maupun bus pariwisata, kepadatan juga terjadi di ruas jalan bayang menuju ke lokasi bencana di Kecamatan Cangkringan.

Petugas Polisi Lalu Lintas dari Polres Sleman, bahkan harus mengalihkan arus lalu lintas dari arah selatan di simpang tiga yang menuju ke Kaliurang dan Cangkringan karena arus kendaraan sangat padat.

ant/nad

lowongan pekerjaan
PD.BPR BANK BOYOLALI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
”Akad” Populer karena Berbeda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (14/10/2017). Esai ini karya Romensy Augustino, mahasiswa Jurusan Etnomusikologi Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah romensyetno@yahoo.com. Solopos.com, SOLO – -Youtube adalah salah satu media sosial yang menjadi rujukan…