Minggu, 26 Desember 2010 23:48 WIB Sukoharjo Share :

Warga satu dukuh terancam banjir Bengawan Solo

Sukoharjo (Espos)–Warga satu dukuh di Bendungan Desa Kedung Winong, Nguter, terancam luapan banjir anak sungai Bengawan Solo karena lokasi pemukiman penduduk di wilayah setempat yang jauh lebih rendah jika dibandingkan tanggul sungai.

Ketua RT 04/RW VI Dukuh Bendungan, Mujiyono, menyebutkan warga di dukuhnya sudah merasa khawatir sejak lama.

Terlebih anak sungai Bengawan Solo di sekitar perkampungan warga telah dua kali meluap dan mengakibatkan penduduk kelabakan meskipun tidak sampai ke permukiman warga.

“Kejadiannya sekitar satu tahun terakhir. Pagi-pagi sekali saya dan beberapa orang warga harus bersusah payah membuka pintu air untuk mengendalikan sungai yang meluap. Air sudah sampai ke sawah dan pekarangan, tapi akhirnya surut setelah pintu dibuka dan aliran diperkecil,” ungkapnya ditemui Espos di tanggul anak sungai Bengawan Solo di Dukuh Bendungan, Sabtu (25/12).

Mujiyono mengatakan kejadian terbaru berlangsung awal November lalu ketika saluran kembali dibuka setelah satu bulan pengeringan.

Namun peristiwa terakhir tidak sebesar yang pertama dan tidak sampai menggenangi pekarangan warga. Dikemukakan, meski Dukuh Bendungan tidak teralu besar, jumlah warganya cukup banyak dengan kepala keluarga (KK) mencapai 18-an buah KK.

try

lowongan pekerjaan
BPR BINSANI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Mencari Alamat Bahasa Indonesia

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (06/01/2018). Esai ini karya Na’imatur Rofiqoh, ”pemukul” huruf dan juru gambar yang tinggal di Solo. Alamat e-mail penulis adalah naimaturr@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Bahasa Indonesia tidak lagi beralamat di Indonesia. Indonesia malah jadi tempat…