Minggu, 26 Desember 2010 13:35 WIB News Share :

Tinggi gelombang perairan selatan Jateng kembali meningkat

Cilacap–Stasiun Meteorologi Cilacap memperkirakan tinggi gelombang di perairan selatan Jawa Tengah (Jateng) dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Senin (27/12) kembali mengalami peningkatan akibat adanya daerah pusat tekanan rendah di Teluk Carpentaria, Australia.

“Tinggi gelombang maksimum di perairan selatan Jateng-DIY diperkirakan akan mencapai 3-3,5 meter atau meningkat dari hari ini yang berada pada kisaran 1,5-2 meter. Peningkatan tersebut disebabkan adanya daerah pusat tekanan rendah di Teluk Carpentaria yang saat ini mencapai 1.002 milibar,” kata analis cuaca Stasiun Meteorologi Cilacap, Mas Pudjiono, di Cilacap, Minggu.

Menurut dia, kondisi tersebut diprakirakan akan berlangsung hingga satu pekan ke depan dengan ketinggian gelombang maksimum bervariasi.

Akan tetapi puncaknya, imbuh dia, diperkirakan akan terjadi pada tanggal 31 Desember 2010 hingga 1 Januari 2011 dengan tinggi gelombang maksimum di wilayah Samudera Hindia selatan Jateng-DIY mencapai 4 meter.

“Saat ini tinggi gelombang maksimum rata-rata masih 3,5 meter, tetapi mulai 29 Desember 2010 diperkirakan terjadi peningkatan di perairan selatan dan utara Nusa Tenggara yang mencapai 4 meter, disusul perairan selatan Bali serta Jawa,” jelasnya.

Dikemukakan dia, peningkatan ketinggian gelombang tersebut disebabkan kencangnya angin yang bertiup di atas wilayah perairan menuju daerah pusat tekanan rendah tersebut.

Dengan demikian, imbuhnya, semakin kencang angin yang bertiup di atas wilayah perairan maka gelombang akan semakin tinggi.

Lebih lanjut mengenai perkiraan tinggi gelombang di perairan selatan Jateng-DIY pada hari Senin (27/12), dijelaskan dia, ketinggian gelombang di wilayah pantai diperkirakan berkisar antara 1-3 meter dengan kecepatan angin 24-50 kilometer per jam yang bertiup dari arah barat daya hingga barat laut.

Sementara di wilayah Samudera Hindia, lanjutnya, tinggi gelombang diperkirakan berkisar antara 1,5-3,5 meter dengan kecepatan angin 30-55 km/jam yang bertiup dari arah barat daya hingga barat laut.

“Terkait kondisi tersebut, kami mengimbau nelayan tradisional berperahu kecil untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya gelombang tinggi saat berada di laut,” tambahnya.

Dia berharap bagi wisatawan di pantai yang terhubung dengan laut lepas seperti Pantai Widarapayung dan Parangtritis diimbau untuk tidak berenang atau mandi di pantai karena tidak menutup kemungkinan gelombang setinggi tiga meter dapat menjangkau wilayah pantai.

Disinggung mengenai kondisi cuaca di wilayah perairan, dia menyebutkan, secara umum diperkirakan berawan sebagian hingga berawan banyak dan berpeluang terjadi hujan ringan antara pagi hingga malam hari.

Dia menuturkan perkiraan cuaca tersebut juga berlaku di wilayah Jateng dan DIY pada Senin (27/12).

“Hanya saja di wilayah Jateng dan DIY berpeluang hujan ringan hingga sedang yang disertai petir antara siang hingga malam hari,” ujarnya.

ant/nad

lowongan pekerjaan
PD.BPR BANK BOYOLALI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…