Minggu, 26 Desember 2010 15:49 WIB Ekonomi Share :

SNI wajib mainan bakal dorong industri mainan lokal

Jakarta--Asosiasi Mainan Edukatif dan Tradisional Indonesia memperkirakan akan ada kenaikan penjualan terhadap produksi mainan lokal jika Standar Nasional Indonesia (SNI) secara wajib diberlakukan terhadap produk mainan di 2011.

Selama tahun 2010 ini para produsen mainan khususnya jenis edukatif dan tradisional mencapai penjualan US$ 6 juta. Sementara pada tahun 2011 diperkirakan akan naik sampai 15-20%.

“Dengan adanya SNI ini, maka ada seleksi dan kontrol berbagai mainan yang diimpor. Kesempatan inilah yang harus dimanfaatkan oleh produsen mainan lokal untuk bersaing dengan mainan impor. Saya optimis tahun 2011 penjualan mainan lokal bisa meningkat
hingga 15-20 %,” kata Ketua Asosiasi Mainan Edukatif dan Tradisional Indonesia (APMETI) Dhanang Sasongko, Minggu (26/12)

Dhanang menambahkan bahwa penjualan mainan pada tahun 2010 tidak mengalami peningkatan bila dibandingkan tahun 2009. Saat ini terdapat 58 produsen mainan yang tergabung dalam APMETI.

Dikatakannya untuk mendukung SNI wajib ini, pemerintah harus segera mensosialisasikannya kepada masyarakat dan lembaga pendidikan, mengadakan pembiayaan murah (Kredit Usaha Kecil), serta mempermudah akses pasar bagi produsen mainan lokal.

Sementara itu produsen mainan asal Semarang Fakhrudin mengatakan sebaliknya. Menurutnya tahun depan kondisi penjualan produk mainan belum menjanjikan karena meningkatnya harga kebutuhan pokok.

“Mainan bukan prioritas, jadi pastinya masyarakat lebih mementingkan beli kebutuhan pokok dulu baru ke mainan,” tambahnya.

Mengenai SNI wajib mainan yang segera diberlakukan pada 2011 mendatang, ia telah mempersiapkan diri.

“Yang sudah saya persiapkan adalah menggunakan label berbahasa Indonesia pada setiap mainan. Selain itu juga saya terus menjaga mutu mainan yang diproduksi,” terang Fakhrudin.

dtc/tya

lowongan pekerjaan
PT BACH MULTI GLOBAL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Ketika Uang Tunai Terpinggirkan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Riwi Sumantyo, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah riwi_s@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Perkembangan teknologi digital yang super cepat mengubah banyak hal, baik di…